11 Aksi Barbar Israel Saat Serbu Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza Utara
Rabu, 15 November 2023 - 18:43 WIB
loading...
Bayi-bayi dipindahkan ke ruangan lain di Rumah Sakit Al-Shifa agar terhindar dari tembakan brutal Israel. Foto/X/jehadabusalim
A
A
A
GAZA - Pasukan Israel menyerbu Rumah Sakit al-Shifa di Gaza utara pada Selasa (14/11/2023) tengah malam, setelah memutus komunikasi di daerah tersebut.
Ribuan pasien, orang yang terluka dan pengungsi berlindung di rumah sakit. Militer Israel menyatakan mereka melakukan operasi terhadap Hamas, namun tidak ada bukti yang menunjukkan Hamas beroperasi dari rumah sakit tersebut.
Berikut ini beberapa aksi barbar dan brutal yang dilakukan pasukan Israel saat menyerbut Rumah Sakit Al-Shifa.
Penyerbuan rumah sakit kini sudah memasuki 10 jam sejak dimulai, dan masih berlangsung. Ruang operasi adalah salah satu dari banyak ruang yang digerebek.
Penggerebekan dimulai pada tengah malam, dan membuat pasien, petugas kesehatan, dan pengungsi ketakutan.
Pasukan Israel sedang melakukan interogasi terhadap para staf medis dan menggeledah semua ruang. Pos pemeriksaan telah ditempatkan di pintu masuk rumah sakit, dan setiap orang yang masuk atau keluar akan diinterogasi.
Tentara Israel telah menggerebek dan menginterogasi staf medis di dalam rumah sakit al-Shifa, menurut Al Jazeera Arab.
Tentara dilaporkan berada di dalam rumah sakit dan menggeledah setiap ruangan dan bangsal.
Pasien, dokter, dan mereka yang berlindung di dalam rumah sakit telah diberitahu untuk meninggalkan rumah sakit di bawah tembakan keras.
Pos pemeriksaan telah didirikan di berbagai pintu masuk gedung, dan siapa pun yang masuk atau ada dihentikan dan diinterogasi.
Seorang dokter di al-Shifa mengatakan kepada Reuters bahwa militer Israel telah melepaskan tembakan di luar rumah sakit.
Dalam rekaman percakapan, direktur Al-Shifa memperingatkan kepada militer Israel bahwa memasuki rumah sakit akan “menakutkan pasien” dan menyebabkan “histeria”. Namun tentara Israel mengabaikan peringatan itu.
Dokter Al Shifa mengatakan stafnya bersembunyi dari tembakan Israel selama penyerbuan di rumah sakit.
Seorang dokter di rumah sakit Al Shifa di Jalur Gaza mengatakan kepada Reuters pada Rabu (15/11/2023) bahwa staf bersembunyi dari tembakan Israel selama serangan yang sedang berlangsung.
Seorang dokter di rumah sakit al-Shifa mengatakan kepada Reuters bahwa militer Israel telah melepaskan tembakan di luar rumah sakit selama penggerebekan, dan memaksa staf untuk menjauh dari jendela.
Ribuan pasien, orang yang terluka dan pengungsi berlindung di rumah sakit. Militer Israel menyatakan mereka melakukan operasi terhadap Hamas, namun tidak ada bukti yang menunjukkan Hamas beroperasi dari rumah sakit tersebut.
Aksi Barbar Israel
Berikut ini beberapa aksi barbar dan brutal yang dilakukan pasukan Israel saat menyerbut Rumah Sakit Al-Shifa.
1. Penyerbuan Masih Berlangsung
Penyerbuan rumah sakit kini sudah memasuki 10 jam sejak dimulai, dan masih berlangsung. Ruang operasi adalah salah satu dari banyak ruang yang digerebek.
Penggerebekan dimulai pada tengah malam, dan membuat pasien, petugas kesehatan, dan pengungsi ketakutan.
2. Staf Medis Diinterogasi
Pasukan Israel sedang melakukan interogasi terhadap para staf medis dan menggeledah semua ruang. Pos pemeriksaan telah ditempatkan di pintu masuk rumah sakit, dan setiap orang yang masuk atau keluar akan diinterogasi.
Tentara Israel telah menggerebek dan menginterogasi staf medis di dalam rumah sakit al-Shifa, menurut Al Jazeera Arab.
Tentara dilaporkan berada di dalam rumah sakit dan menggeledah setiap ruangan dan bangsal.
Pasien, dokter, dan mereka yang berlindung di dalam rumah sakit telah diberitahu untuk meninggalkan rumah sakit di bawah tembakan keras.
Pos pemeriksaan telah didirikan di berbagai pintu masuk gedung, dan siapa pun yang masuk atau ada dihentikan dan diinterogasi.
3. Tentara Israel Melepas Tembakan Brutal
Seorang dokter di al-Shifa mengatakan kepada Reuters bahwa militer Israel telah melepaskan tembakan di luar rumah sakit.
Dalam rekaman percakapan, direktur Al-Shifa memperingatkan kepada militer Israel bahwa memasuki rumah sakit akan “menakutkan pasien” dan menyebabkan “histeria”. Namun tentara Israel mengabaikan peringatan itu.
Dokter Al Shifa mengatakan stafnya bersembunyi dari tembakan Israel selama penyerbuan di rumah sakit.
Seorang dokter di rumah sakit Al Shifa di Jalur Gaza mengatakan kepada Reuters pada Rabu (15/11/2023) bahwa staf bersembunyi dari tembakan Israel selama serangan yang sedang berlangsung.
Seorang dokter di rumah sakit al-Shifa mengatakan kepada Reuters bahwa militer Israel telah melepaskan tembakan di luar rumah sakit selama penggerebekan, dan memaksa staf untuk menjauh dari jendela.
Lihat Juga :