11 Aksi Barbar Israel Saat Serbu Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza Utara
Rabu, 15 November 2023 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
Ada sekitar 9.000 orang di rumah sakit, mulai dari staf hingga orang yang terluka dan pengungsi. Mereka terpaksa berangkat ke sisi timur.
Orang-orang digeledah oleh pasukan Israel, kamar-kamar digeledah, bahkan di bangsal spesialis kardiovaskular dan ginjal.
Dalam beberapa jam terakhir, telah terjadi penembakan besar-besaran di Gaza di lingkungan al-Zaytoun, lingkungan al-Darraj dan lingkungan Sheikh Radwan. Puluhan orang tewas di rumah mereka dan banyak lagi yang terluka.
Drone beredar di atas Rumah Sakit Baptist dan sebelum penyerbuan al-Shifa terjadi pemboman terus-menerus di sekitarnya, serta di Rumah Sakit Indonesia.
Saat ini, suara bom sudah sedikit berkurang, tentara fokus di barat daya kota Gaza, di daerah seperti Sheikh Radwan dan Al Nasr.
Staf di Rumah Sakit al-Shifa mengatakan kepada Al Jazeera Arab bahwa tentara Israel kini telah mengebom ruang penyimpanan obat, dan menghancurkan peralatan medis.
Penggerebekan tentara Israel di Rumah Sakit al-Shifa masih berlangsung dan para jurnalis di dalamnya melaporkan mendengar ledakan dan tembakan peluru tajam.
Pasukan Israel menembakkan peluru tajam ke dalam rumah sakit, sementara tank mengelilingi gedung rumah sakit.
Pasukan Israel menembakkan peluru tajam ke dalam Rumah Sakit al-Shifa, menurut laporan al Jazeera Arab.
Jihad Abu Shanab, seorang jurnalis di dalam rumah sakit, mengatakan, “Ledakan dapat terdengar dengan jelas, dan tank-tank tersebut kini berada di luar rumah sakit.”
Kepala departemen ortopedi di Rumah Sakit al-Shifa, Adnan Barsh, mengatakan kepada stasiun Radio al-Alam, “Drone Israel menembak apa pun yang bergerak di dalam rumah sakit.”
Jurnalis lain di dalam rumah sakit, Jihad Abu Shanab, mengatakan kepada Al Jazeera Arab bahwa, “Orang-orang di dalam gedung rumah sakit ketakutan, diinterogasi secara brutal, dan mereka dipermalukan.”
Dia menegaskan kembali bahwa pemandangan di dalam rumah sakit telah menjadi “mimpi buruk” sejak penggerebekan dimulai.
“Sebelum menyerbu kompleks tersebut, mereka telah menargetkan seluruh lantai, generator, unit komunikasi, dan sekarang kami tidak dapat melakukan kontak dengan dunia luar,” ujar dia.
Rekaman video yang dibagikan secara online menunjukkan staf medis dan sukarelawan memindahkan bayi dari satu bangsal di al-Shifa ke bangsal lain untuk melindungi mereka dari serangan tentara Israel.
Orang-orang digeledah oleh pasukan Israel, kamar-kamar digeledah, bahkan di bangsal spesialis kardiovaskular dan ginjal.
Dalam beberapa jam terakhir, telah terjadi penembakan besar-besaran di Gaza di lingkungan al-Zaytoun, lingkungan al-Darraj dan lingkungan Sheikh Radwan. Puluhan orang tewas di rumah mereka dan banyak lagi yang terluka.
Drone beredar di atas Rumah Sakit Baptist dan sebelum penyerbuan al-Shifa terjadi pemboman terus-menerus di sekitarnya, serta di Rumah Sakit Indonesia.
Saat ini, suara bom sudah sedikit berkurang, tentara fokus di barat daya kota Gaza, di daerah seperti Sheikh Radwan dan Al Nasr.
9. Israel Hancurkan Ruang Penyimpanan Obat
Staf di Rumah Sakit al-Shifa mengatakan kepada Al Jazeera Arab bahwa tentara Israel kini telah mengebom ruang penyimpanan obat, dan menghancurkan peralatan medis.
Penggerebekan tentara Israel di Rumah Sakit al-Shifa masih berlangsung dan para jurnalis di dalamnya melaporkan mendengar ledakan dan tembakan peluru tajam.
10. Tank Israel Kepung Rumah Sakit
Pasukan Israel menembakkan peluru tajam ke dalam rumah sakit, sementara tank mengelilingi gedung rumah sakit.
Pasukan Israel menembakkan peluru tajam ke dalam Rumah Sakit al-Shifa, menurut laporan al Jazeera Arab.
Jihad Abu Shanab, seorang jurnalis di dalam rumah sakit, mengatakan, “Ledakan dapat terdengar dengan jelas, dan tank-tank tersebut kini berada di luar rumah sakit.”
11. Drone Menembak Apapun yang Bergerak
Kepala departemen ortopedi di Rumah Sakit al-Shifa, Adnan Barsh, mengatakan kepada stasiun Radio al-Alam, “Drone Israel menembak apa pun yang bergerak di dalam rumah sakit.”
Jurnalis lain di dalam rumah sakit, Jihad Abu Shanab, mengatakan kepada Al Jazeera Arab bahwa, “Orang-orang di dalam gedung rumah sakit ketakutan, diinterogasi secara brutal, dan mereka dipermalukan.”
Dia menegaskan kembali bahwa pemandangan di dalam rumah sakit telah menjadi “mimpi buruk” sejak penggerebekan dimulai.
“Sebelum menyerbu kompleks tersebut, mereka telah menargetkan seluruh lantai, generator, unit komunikasi, dan sekarang kami tidak dapat melakukan kontak dengan dunia luar,” ujar dia.
Rekaman video yang dibagikan secara online menunjukkan staf medis dan sukarelawan memindahkan bayi dari satu bangsal di al-Shifa ke bangsal lain untuk melindungi mereka dari serangan tentara Israel.
(sya)
Lihat Juga :