Bak Penjara, Pasukan Israel Kepung 750 Keluarga di Hebron Lebih dari Sebulan
Selasa, 14 November 2023 - 08:17 WIB
loading...
A
A
A
B'tselem mengatakan, setelah memberlakukan jam malam penuh selama dua pekan, militer Israel pada 21 Oktober mulai mengizinkan warga meninggalkan rumah mereka hanya pada hari Minggu, Selasa, dan Kamis, selama satu jam di pagi hari dan satu jam lagi di malam hari.
Baca juga: Tentara Zionis Kibarkan 3 Bendera Israel di Gedung Parlemen Gaza, Hamas Kalah?
Namun, ketika warga Palestina meninggalkan rumah mereka, mereka harus melewati pos pemeriksaan dan menanggung perlakuan memalukan dari tentara Israel, termasuk penggeledahan tubuh.
Pemeriksaan semacam itu menghabiskan sebagian besar waktu satu jam, yang menyebabkan banyak warga Palestina tidak dapat memasuki kembali wilayah dan rumah mereka sampai pos pemeriksaan dibuka kembali.
“Jam malam benar-benar mengganggu kehidupan di H2. Warga tidak bisa bekerja dan bersekolah atau mengunjungi keluarga, dan semua bisnis tutup. Mereka hidup dalam ketidakpastian, tanpa mengetahui kapan mereka akan kembali normal,” ungkap kelompok hak asasi manusia tersebut.
“Sementara itu, pemukim (Zionis) di Hebron menikmati kebebasan bergerak penuh, yang mereka gunakan untuk mengganggu warga dan merusak properti mereka,” papar lembaga itu.
Baca juga: Tentara Zionis Kibarkan 3 Bendera Israel di Gedung Parlemen Gaza, Hamas Kalah?
Namun, ketika warga Palestina meninggalkan rumah mereka, mereka harus melewati pos pemeriksaan dan menanggung perlakuan memalukan dari tentara Israel, termasuk penggeledahan tubuh.
Pemeriksaan semacam itu menghabiskan sebagian besar waktu satu jam, yang menyebabkan banyak warga Palestina tidak dapat memasuki kembali wilayah dan rumah mereka sampai pos pemeriksaan dibuka kembali.
“Jam malam benar-benar mengganggu kehidupan di H2. Warga tidak bisa bekerja dan bersekolah atau mengunjungi keluarga, dan semua bisnis tutup. Mereka hidup dalam ketidakpastian, tanpa mengetahui kapan mereka akan kembali normal,” ungkap kelompok hak asasi manusia tersebut.
“Sementara itu, pemukim (Zionis) di Hebron menikmati kebebasan bergerak penuh, yang mereka gunakan untuk mengganggu warga dan merusak properti mereka,” papar lembaga itu.
Lihat Juga :