2 RS Terbesar Gaza Tutup Ketika Israel Terus Memburu Hamas
Senin, 13 November 2023 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
“Anak saya terluka dan tidak ada satu pun rumah sakit yang bisa saya bawa sehingga dia bisa mendapatkan jahitan,” kata Ahmed al-Kahlout, yang melarikan diri ke selatan sesuai dengan seruan Israel karena khawatir tidak ada tempat yang aman di Gaza utara.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan WHO telah berhasil memulihkan komunikasi dengan para profesional kesehatan di RS al-Shifa. Menurutnya, situasinya "mengerikan dan berbahaya" dengan tembakan dan pengeboman yang terus-menerus memperburuk keadaan yang sudah kritis.
Lebih parahnya lagi, jumlah kematian pasien meningkat secara signifikan. ”Sayangnya, rumah sakit tersebut tidak lagi berfungsi sebagai rumah sakit,” katanya, seperti dikutip AFP, Senin (13/11/2023).
Seorang ahli bedah plastik di RS al-Shifa mengatakan pengeboman gedung inkubator telah memaksa mereka untuk menjajarkan bayi prematur di tempat tidur biasa, menggunakan sedikit daya yang tersedia untuk menghidupkan AC.
“Kami memperkirakan akan kehilangan lebih banyak dari mereka dari hari ke hari,” kata Dr Ahmed El Mokhallalati.
Israel mengatakan Hamas telah menempatkan pusat-pusat komando di bawah dan dekat rumah sakit dan mereka perlu membebaskan sekitar 200 sandera yang disandera dalam serangan 7 Oktober di Israel. Hamas membantah menggunakan rumah sakit dengan cara seperti itu.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan WHO telah berhasil memulihkan komunikasi dengan para profesional kesehatan di RS al-Shifa. Menurutnya, situasinya "mengerikan dan berbahaya" dengan tembakan dan pengeboman yang terus-menerus memperburuk keadaan yang sudah kritis.
Lebih parahnya lagi, jumlah kematian pasien meningkat secara signifikan. ”Sayangnya, rumah sakit tersebut tidak lagi berfungsi sebagai rumah sakit,” katanya, seperti dikutip AFP, Senin (13/11/2023).
Seorang ahli bedah plastik di RS al-Shifa mengatakan pengeboman gedung inkubator telah memaksa mereka untuk menjajarkan bayi prematur di tempat tidur biasa, menggunakan sedikit daya yang tersedia untuk menghidupkan AC.
“Kami memperkirakan akan kehilangan lebih banyak dari mereka dari hari ke hari,” kata Dr Ahmed El Mokhallalati.
Israel mengatakan Hamas telah menempatkan pusat-pusat komando di bawah dan dekat rumah sakit dan mereka perlu membebaskan sekitar 200 sandera yang disandera dalam serangan 7 Oktober di Israel. Hamas membantah menggunakan rumah sakit dengan cara seperti itu.
Lihat Juga :