Kolombia Tuntut Netanyahu atas Kejahatan Perang di Gaza

Sabtu, 11 November 2023 - 17:01 WIB
loading...
Kolombia Tuntut Netanyahu...
Pengungsi menuju wilayah selatan di Jalan Salahudin, Bureij, Jalur Gaza, 10 November 2023. Foto/AP
A A A
BOGOTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro mengumumkan negara Amerika Latin tersebut akan berupaya mengadili Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas kekejaman yang dilakukan terhadap warga sipil Palestina di Gaza.

Menurut Petro, Menteri Luar Negeri (Menlu) Kolombia Alvaro Leyva dijadwalkan bertemu dengan jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada Jumat (10/11/2023), untuk secara resmi mengajukan tuntutan terhadap Netanyahu atas “pembantaian anak-anak dan warga sipil rakyat Palestina yang dia sebabkan.”

Presiden Kolombia memposting di X pada Kamis bahwa Kolombia “akan berkontribusi pada pengaduan Republik Aljazair” atas kejahatan perang yang diajukan ke ICC terhadap Netanyahu.

Awal pekan ini, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune meminta ICC “mengambil tindakan” menghentikan kampanye Israel terhadap Gaza, dan mendesak organisasi hak asasi manusia dan negara-negara Arab lainnya menuntut Netanyahu.

Tiga LSM yakni Al-Haq, Al Mezan, dan Pusat Hak Asasi Manusia Palestina melakukan hal yang sama pada Rabu, mendesak ICC menyelidiki Israel atas “apartheid” dan “genosida” serta “rentetan serangan udara Israel yang terus menerus terhadap wilayah sipil yang padat penduduknya di Jalur Gaza.”

Amerika Serikat (AS) mengklasifikasikan Kolombia dan Israel sebagai negara “sekutu utama non-NATO”.

Permasalahan antara keduanya dimulai bulan lalu, ketika duta besar Israel di Bogota, Gali Dagan, mendorong pemerintahan Petro mendukung perang Netanyahu di Gaza.

Baca juga: Cari Alasan Pembenar, Israel Tuding Hamas Sembunyikan Sandera di Bawah RS Al-Shifa Gaza

Menulis di X pada 19 Oktober, Petro menjawab, “Kebiadaban negara Israel terhadap rakyat Palestina telah jauh melampaui kebiadaban Hamas terhadap penduduk sipil Israel” selama serangan tanggal 7 Oktober.

Pemimpin Kolombia kemudian menyerukan negara Palestina merdeka dalam perbatasannya dengan Israel pada tahun 1967.

Bogota sejak itu meminta Dagan untuk pergi namun dia tidak melakukannya dan memanggil kembali utusannya dari Tel Aviv.

Kolombia tidak memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, tidak seperti Bolivia yang melakukannya pada akhir Oktober.

Setelah serangan Hamas tanggal 7 Oktober, ketika pejuang Palestina membunuh sekitar 1.400 warga Israel dan menawan lebih dari 200 orang, Israel menyatakan perang terhadap Gaza dan mulai mengebom daerah kantong tersebut.

Lebih dari 11.000 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel sejauh ini, menurut pihak berwenang setempat di Gaza.

Israel tidak mengakui yurisdiksi ICC, namun pengadilan yang berbasis di Den Haag telah memutuskan pada tahun 2021 bahwa perintah tersebut berlaku untuk Tepi Barat dan Gaza, yang dianggap PBB berada di bawah pendudukan Israel sejak tahun 1967.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Baru Diangkat, Panglima...
Baru Diangkat, Panglima Militer Baru Hamas Tewas Diserang Israel
Israel Mulai Deportasi...
Israel Mulai Deportasi Para Aktivis Armada Gaza yang Ditahan
Drone Hizbullah Melumpuhkan...
Drone Hizbullah Melumpuhkan 80 Persen Serangan Israel di Lebanon Selatan
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Berita Terkini
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved