Eks PM Israel: Hanya Tersisa Waktu Beberapa Minggu untuk Hancurkan Hamas
Selasa, 07 November 2023 - 20:06 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat AS telah menganjurkan “jeda kemanusiaan” di Gaza, namun belum secara terbuka mengancam akan menarik dukungan. Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak menghentikan permusuhan. Barak yakin Israel harus menyetujui tuntutan Amerika dalam dua atau tiga minggu ke depan, atau mungkin kurang dari itu.
“Anda dapat melihat jendelanya ditutup. Jelas bahwa kita sedang menuju perselisihan dengan Amerika mengenai serangan tersebut. Amerika tidak bisa mendikte Israel apa yang harus dilakukan. Tapi kita tidak bisa mengabaikannya,” ujarnya.
Namun, mantan jenderal tersebut percaya bahwa IDF memerlukan waktu berbulan-bulan, atau bahkan satu tahun, untuk mengusir Hamas dari Gaza. Israel menjadikan pemusnahan kelompok militer Palestina sebagai tujuan utamanya setelah menyebabkan ratusan warga sipil tewas dalam serangannya sebulan lalu.
IDF telah melakukan pemboman intensif terhadap Gaza sebagai bagian dari strateginya. Para pejabat Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas di daerah kantong Palestina itu telah melampaui 10.000 orang pada hari Senin.
Baca Juga: Iran Ancam Serang AS Jika Israel Tak Hentikan Perang di Gaza
Bukti baru mengenai perubahan sikap di Eropa muncul pada hari Senin, ketika Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengecam taktik militer Israel.
“Anda dapat melihat jendelanya ditutup. Jelas bahwa kita sedang menuju perselisihan dengan Amerika mengenai serangan tersebut. Amerika tidak bisa mendikte Israel apa yang harus dilakukan. Tapi kita tidak bisa mengabaikannya,” ujarnya.
Namun, mantan jenderal tersebut percaya bahwa IDF memerlukan waktu berbulan-bulan, atau bahkan satu tahun, untuk mengusir Hamas dari Gaza. Israel menjadikan pemusnahan kelompok militer Palestina sebagai tujuan utamanya setelah menyebabkan ratusan warga sipil tewas dalam serangannya sebulan lalu.
IDF telah melakukan pemboman intensif terhadap Gaza sebagai bagian dari strateginya. Para pejabat Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas di daerah kantong Palestina itu telah melampaui 10.000 orang pada hari Senin.
Baca Juga: Iran Ancam Serang AS Jika Israel Tak Hentikan Perang di Gaza
Bukti baru mengenai perubahan sikap di Eropa muncul pada hari Senin, ketika Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengecam taktik militer Israel.
Lihat Juga :