Bom Gravitasi Nuklir AS Bisa Membunuh 300 Ribu Orang di Moskow
Minggu, 05 November 2023 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Rencana untuk merancang bom baru diumumkan di tengah perselisihan antara Rusia dan NATO mengenai Ukraina, ketika para ahli, politisi, dan media membahas risiko konflik yang meningkat menjadi perang nuklir.
Rusia menuduh AS melakukan “kerusakan nuklir” dan mengklaim AS diam-diam melanggar perjanjian pengendalian senjata.
Awal pekan ini, Rusia secara resmi mencabut ratifikasi Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT) tahun 1996. Presiden Vladimir Putin mengatakan perjanjian non-proliferasi menjadi tidak berguna karena tidak pernah diratifikasi oleh AS.
“Di antara negara-negara yang belum meratifikasi perjanjian tersebut, posisi yang paling merusak adalah Amerika, yang selama bertahun-tahun telah menyatakan bahwa tidak akan ada dukungan untuk meratifikasi perjanjian tersebut di Kongres,” kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.
Putin menekankan bahwa Rusia tidak akan melakukan uji coba nuklir kecuali AS melakukannya terlebih dahulu.
Rusia menuduh AS melakukan “kerusakan nuklir” dan mengklaim AS diam-diam melanggar perjanjian pengendalian senjata.
Awal pekan ini, Rusia secara resmi mencabut ratifikasi Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT) tahun 1996. Presiden Vladimir Putin mengatakan perjanjian non-proliferasi menjadi tidak berguna karena tidak pernah diratifikasi oleh AS.
“Di antara negara-negara yang belum meratifikasi perjanjian tersebut, posisi yang paling merusak adalah Amerika, yang selama bertahun-tahun telah menyatakan bahwa tidak akan ada dukungan untuk meratifikasi perjanjian tersebut di Kongres,” kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.
Putin menekankan bahwa Rusia tidak akan melakukan uji coba nuklir kecuali AS melakukannya terlebih dahulu.
(ahm)
Lihat Juga :