Negara Ini Jadi Anggota NATO Pertama yang Menarik Dubesnya dari Israel
Minggu, 05 November 2023 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
"Penarikan tersebut dilakukan mengingat tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza yang disebabkan oleh serangan terus-menerus oleh Israel terhadap warga sipil, dan penolakan Israel terhadap seruan gencatan senjata dan aliran bantuan kemanusiaan yang terus menerus dan tanpa hambatan," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (5/11/2023).
Turki adalah negara terbaru dari sejumlah negara yang menarik duta besar mereka untuk Israel, mengikuti jejak Honduras, Bahrain, Chile, Kolombia, dan Yordania. Keputusan ini diambil setelah Bolivia menjadi negara pertama yang sepenuhnya memutus hubungan diplomatik dengan Israel karena perlakuannya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
Sebagai anggota lama NATO, bergabung pada tahun 1952, Turki memelihara hubungan diplomatik dan militer yang kuat dengan negara-negara anggota lainnya, termasuk Amerika Serikat.
Baca Juga: Ribuan Demonstran Kepung Pangkalan Militer AS di Turki
Turki telah membangkitkan kemarahan para pejabat Israel sejak awal konflik, terutama sehubungan dengan pernyataan Erdogan yang menggambarkan Hamas sebagai pejuang kemerdekaan. Negara ini juga menjadi tuan rumah bagi anggota Hamas di dalam perbatasannya dan belum menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris, seperti yang dilakukan sekutu NATO-nya, AS dan Inggris.
Turki adalah negara terbaru dari sejumlah negara yang menarik duta besar mereka untuk Israel, mengikuti jejak Honduras, Bahrain, Chile, Kolombia, dan Yordania. Keputusan ini diambil setelah Bolivia menjadi negara pertama yang sepenuhnya memutus hubungan diplomatik dengan Israel karena perlakuannya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
Sebagai anggota lama NATO, bergabung pada tahun 1952, Turki memelihara hubungan diplomatik dan militer yang kuat dengan negara-negara anggota lainnya, termasuk Amerika Serikat.
Baca Juga: Ribuan Demonstran Kepung Pangkalan Militer AS di Turki
Turki telah membangkitkan kemarahan para pejabat Israel sejak awal konflik, terutama sehubungan dengan pernyataan Erdogan yang menggambarkan Hamas sebagai pejuang kemerdekaan. Negara ini juga menjadi tuan rumah bagi anggota Hamas di dalam perbatasannya dan belum menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris, seperti yang dilakukan sekutu NATO-nya, AS dan Inggris.
Lihat Juga :