Ketua Pengawas DPR AS: Biden Ambil Rp633 Juta dalam Pencucian Uang China

Kamis, 02 November 2023 - 17:00 WIB
loading...
Ketua Pengawas DPR AS:...
Ilustrasi dari memo mayoritas Partai Republik Komite Pengawas DPR AS, 1 November 2023. Foto/X/©Oversight.house.gov
A A A
WASHINGTON - Anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik memiliki bukti Presiden AS Joe Biden secara pribadi mendapat keuntungan dari putranya Hunter Biden yang menjual akses ke keluarga tersebut kepada China.

Anggota Kongres James Comer mengumumkan hal itu pada Rabu (1/11/2023). Partai Republik terus menyoroti skandal antara keluarga Biden dan berbagai perusahaan asing di penjuru dunia.

“Dia tidak hanya berbohong tentang putranya Hunter yang menghasilkan uang di China, tetapi ternyata uang China yang dicuci sebesar USD40.000 (Rp633 juta) juga masuk ke rekening bank Joe Biden dalam bentuk cek pribadi. Dan Komite Pengawas memilikinya,” tegas Comer, anggota Partai Republik asal Kentucky, dalam pesan video.



Memo setebal 12 halaman yang dibuat staf komite Partai Republik tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan jejak uang dari cek pribadi yang ditulis oleh James dan Sarah Biden, saudara laki-laki presiden saat ini dan istrinya, pada tanggal 3 September 2017.

Cek itu sendiri menyatakan itu adalah “pembayaran kembali pinjaman,” namun uang tersebut awalnya berasal dari raksasa energi China CEFC dan disalurkan melalui putra presiden, Hunter Biden, menurut memo itu.
Putra Biden, Hunter dan saudaranya James, mulai bekerja dengan CEFC pada 2016, ketika Joe Biden masih menjadi wakil presiden Barack Obama.

Perusahaan tersebut berkomitmen menginvestasikan USD10 juta dalam usaha patungan dengan keluarga Biden, yang menurut catatan yang ditemukan di laptop Hunter Biden yang ditinggalkan akan mencakup sepuluh persen saham untuk “orang besar”, yang secara luas dipahami sebagai ayahnya.

Pada tanggal 30 Juli 2017, Hunter mengirim pesan WhatsApp kepada rekan CEFC Raymond Zhao, meminta untuk mengetahui di mana uang itu, “Saya duduk di sini bersama ayah saya dan kami ingin memahami mengapa komitmen yang dibuat belum terpenuhi. Saya sangat khawatir bahwa Chairman telah berubah pikiran dan melanggar kesepakatan kita tanpa memberi tahu saya atau bahwa dia tidak menyadari janji-janji dan jaminan yang telah dibuat tidak ditepati. Beritahu direktur bahwa saya ingin menyelesaikan masalah ini sekarang sebelum menjadi tidak terkendali. Dan sekarang berarti malam ini.”

Tanggapan dari Zhao, tertanggal 31 Juli, mengatakan bahwa CEFC “bersedia bekerja sama dengan keluarga itu.”

Menurut Comer, ini adalah bukti “skema pemerasan berhasil.”

Northern International Capital, perusahaan front CEFC, mengirimkan transfer senilai USD5 juta ke Hudson West III, perusahaan front yang didirikan Hunter dengan Gongwen Dong dari CEFC pada tanggal 8 Agustus 2017.

Catatan bank menunjukkan Hunter menarik USD400.000 dari Hudson West III ke perusahaan lain miliknya, Owasco PC, pada hari yang sama.

Baca juga: Kuburan Yahudi di Wina Dibakar, Pemerintah Austria Murka

Pada tanggal 14 Agustus, Hunter mentransfer USD150.000 dari rekening Hudson West III miliknya ke perusahaan milik James dan Sara Biden, yang disebut Lion Hall Group.

Sebelum transaksi tersebut, rekening itu hanya memiliki dana kurang dari USD2.000.

Dua pekan kemudian, USD50.000 ditransfer dari rekening Lion Hall ke rekening giro pribadi James dan Sara Biden, yang simpanannya hanya kurang dari USD47.

Pada tanggal 3 September, mereka memotong cek pribadi “pembayaran pinjaman” kepada Joe Biden sebesar USD40.000 atau tepat 10% dari jumlah yang telah ditarik Hunter dari transfer CEFC bulan sebelumnya.

“Joe mendapat manfaat dari keluarganya yang menguangkan namanya, dengan uang dari China,” papar anggota Kongres AS Comer pada Rabu.

Comer menjelaskan, “Tanpa keluarganya menjajakan namanya dan putranya mengancam rekanan CEFC dengan konsekuensi yang menurutnya diketahui Joe Biden, James tidak akan punya uang untuk menulis cek senilai USD40.000 kepada saudaranya Joe.”

Masalahnya bukan hanya karena Biden berbohong kepada publik Amerika mengenai kesepakatan bisnis Hunter atau keterlibatannya di dalamnya, namun dia mengambil dana yang bersumber dari satu perusahaan yang memiliki hubungan dengan Partai Komunis China yang “ingin memajukan kepentingan China,” dengan demikian mengekspos Biden pada pemerasan dan menempatkan “kepentingan Amerika di belakang keinginannya akan uang,” tegas Comer.

Isi laptop Hunter Biden dipublikasikan pada Oktober 2020, tepat menjelang pemilu presiden AS.
Joe Biden dan Partai Demokrat menyatakannya sebagai “operasi disinformasi Rusia” dan media yang menerbitkan cerita tersebut disensor di media sosial.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Berita Terkini
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved