Frustrasi Diblokade dan Diinvasi Israel, Ribuan Warga Gaza Serbu Bantuan PBB
Senin, 30 Oktober 2023 - 15:45 WIB
loading...
Ribuan warga Palestina di Gaza menyerbu bantuan PBB setelah frustrasi diblokade dan diinvasi militer Israel. Foto/X @BNNBreaking
A
A
A
GAZA - Ribuan warga Palestina di Gaza menyerbu gudang-gudang bantuan PBB pada Minggu (29/10/2023). Mereka berebut bantuan setelah menderita akibat blokade dan serangan militer Isreael.
Mengutip situs resmi PBB, ribuan warga Palestina ramai-ramai mengambil tepung terigu, perlengkapan kebersihan, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya untuk bertahan hidup.
UNRWA; badan PBB untuk pengungsi Palestina, dan WFP; badan Program Pangan Dunia, serta organisasi kemanusiaan lainnya melaporkan penyerbuan terhadap gudang-gudang bantuan terjadi setelah terputusnya akses dan komunikasi selama 24 jam di Gaza.
Menurut WFP, sebuah gudang bantuan berisi 80 ton komoditas makanan campuran, terutama makanan kaleng, tepung terigu, dan minyak bunga matahari. Bantuan itu telah disimpan sebelum akhirnya didistribusikan kepada para pengungsi.
“Ini adalah tanda yang mengkhawatirkan bahwa ketertiban sipil mulai rusak setelah tiga minggu perang dan pengepungan ketat di Gaza,” kata Direktur UNRWAThomas White di Gaza.
“Orang-orang takut, frustrasi, dan putus asa,” ujar White.
“Mereka merasa sendirian, terputus dari keluarga mereka di Gaza dan seluruh dunia,” imbuh White, mengacu pada ketakutan warga Palestina yang diperparah dengan terputusnya jalur komunikasi telepon dan internet.
White menambahkan bahwa persediaan di pasar hampir habis, sementara bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza dengan truk dari Mesir tidak mencukupi.
“Kebutuhan masyarakat sangat besar, tetapi bantuan yang diterima sangat sedikit dan tidak konsisten,” kata White.
Menurut White, sangat sedikit truk yang bisa masuk ke Gaza. Itu diperparah oleh proses yang lambat, pemeriksaan yang ketat, pasokan yang tidak sesuai dengan persyaratan, dan sebagian besar larangan yang diberlakukan militer Israel, seperti bantuan bahan bakar.
“Kami menyerukan aliran pasokan kemanusiaan yang teratur dan stabil ke Jalur Gaza untuk menanggapi kebutuhan tersebut terutama ketika ketegangan dan frustrasi meningkat,” ujar White.
Seruan serupa disampaikan perwakilan WFP di Palestinam Samer Abdeljaber.
“Kita memerlukan jeda kemanusiaan untuk dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan makanan, air, dan kebutuhan dasar dengan aman, dan efektif. Lebih banyak akses sangat dibutuhkan,” kata Abdeljaber.
WFP berencana menyediakan bantuan pangan kepada lebih dari 1 juta orang yang saat ini mengalami kelaparan. WFP membutuhkan pasokan makanan yang stabil, setidaknya 40 truk yang menyeberang setiap hari ke Gaza untuk memenuhi kebutuhan warga Palestina yang meningkat.
MG/Maulana Muhammad Rizqi
Mengutip situs resmi PBB, ribuan warga Palestina ramai-ramai mengambil tepung terigu, perlengkapan kebersihan, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya untuk bertahan hidup.
UNRWA; badan PBB untuk pengungsi Palestina, dan WFP; badan Program Pangan Dunia, serta organisasi kemanusiaan lainnya melaporkan penyerbuan terhadap gudang-gudang bantuan terjadi setelah terputusnya akses dan komunikasi selama 24 jam di Gaza.
Menurut WFP, sebuah gudang bantuan berisi 80 ton komoditas makanan campuran, terutama makanan kaleng, tepung terigu, dan minyak bunga matahari. Bantuan itu telah disimpan sebelum akhirnya didistribusikan kepada para pengungsi.
“Ini adalah tanda yang mengkhawatirkan bahwa ketertiban sipil mulai rusak setelah tiga minggu perang dan pengepungan ketat di Gaza,” kata Direktur UNRWAThomas White di Gaza.
“Orang-orang takut, frustrasi, dan putus asa,” ujar White.
“Mereka merasa sendirian, terputus dari keluarga mereka di Gaza dan seluruh dunia,” imbuh White, mengacu pada ketakutan warga Palestina yang diperparah dengan terputusnya jalur komunikasi telepon dan internet.
White menambahkan bahwa persediaan di pasar hampir habis, sementara bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza dengan truk dari Mesir tidak mencukupi.
“Kebutuhan masyarakat sangat besar, tetapi bantuan yang diterima sangat sedikit dan tidak konsisten,” kata White.
Menurut White, sangat sedikit truk yang bisa masuk ke Gaza. Itu diperparah oleh proses yang lambat, pemeriksaan yang ketat, pasokan yang tidak sesuai dengan persyaratan, dan sebagian besar larangan yang diberlakukan militer Israel, seperti bantuan bahan bakar.
“Kami menyerukan aliran pasokan kemanusiaan yang teratur dan stabil ke Jalur Gaza untuk menanggapi kebutuhan tersebut terutama ketika ketegangan dan frustrasi meningkat,” ujar White.
Seruan serupa disampaikan perwakilan WFP di Palestinam Samer Abdeljaber.
“Kita memerlukan jeda kemanusiaan untuk dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan makanan, air, dan kebutuhan dasar dengan aman, dan efektif. Lebih banyak akses sangat dibutuhkan,” kata Abdeljaber.
WFP berencana menyediakan bantuan pangan kepada lebih dari 1 juta orang yang saat ini mengalami kelaparan. WFP membutuhkan pasokan makanan yang stabil, setidaknya 40 truk yang menyeberang setiap hari ke Gaza untuk memenuhi kebutuhan warga Palestina yang meningkat.
MG/Maulana Muhammad Rizqi
(mas)
Lihat Juga :