Norwegia: Respons Israel Tak Proporsional, Sudah Langgar Hukum Perang

Senin, 30 Oktober 2023 - 10:55 WIB
loading...
Norwegia: Respons Israel...
Norwegia menilai respons Israel atas serangan Hamas sudah tak proporsional dan telah melanggar hukum perang. Foto/REUTERS
A A A
OSLO - Perdana Menteri (PM) Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan respons militer Israel terhadap serangan Hamas yang menewaskan lebih dari 1.400 orang sudah tidak proporsional.

Menurutnya, serangan balasan Israel di Gaza, Palestina, sudah kelewatan dan melanggar hukum perang.

Store mengecam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu, yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa. Selain menewaskan lebih dari 1.400 orang, lebih dari 230 orang lainnya diculik.

Namun, kata Store, respons tidak proporsional militer Israel sudah menimbulkan situasi "bencana kemanusiaan" di Gaza. Sudah lebih dari 8.000 orang tewas sejak serangan balasan Israel dimulai tiga pekan lalu.

Baca Juga: Hari ke-24 Perang Israel-Hamas: 8.005 Warga Palestina Terbunuh di Gaza

“Hukum internasional menetapkan bahwa [respons] harus proporsional. Warga sipil harus diperhitungkan, dan hukum humaniter sangat jelas mengenai hal ini. Saya pikir batas ini telah terlampaui,” kata PM Store kepada radio NRK, Senin (30/10/2023).

“Hampir setengah dari ribuan orang yang terbunuh adalah anak-anak,” ujarnya, merujuk pada ribuan korban tewas di Gaza.

“Israel mempunyai hak untuk mempertahankan diri, dan saya menyadari bahwa sangat sulit untuk mempertahankan diri dari serangan dari wilayah padat penduduk seperti Gaza,” kata Store.

“Roket masih ditembakkan dari Gaza ke Israel, dan kami mengutuk hal ini,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide mengatakan di saluran TV2 Norwegia bahwa negaranya siap memikul tanggung jawab dalam perundingan perdamaian Timur Tengah.

“Norwegia siap jika diminta,” ujarnya.

Norwegia pernah terlibat dalam negosiasi rahasia yang mengarah pada Perjanjian Oslo antara Israel dan Palestina pada tahun 1993.

Norwegia pada hari Jumat memberikan suara mendukung resolusi PBB yang tidak mengikat yang menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan segera, tahan lama dan berkelanjutan yang mengarah pada penghentian permusuhan”.

Swedia, Denmark dan Finlandia semuanya abstain dalam pemungutan suara tersebut.

Resolusi tersebut mendapat 120 suara mendukung, termasuk dari Perancis dan Spanyol, dan 14 suara menentang, termasuk Amerika Serikat dan Israel.

Sebanyak 45 anggota PBB abstain dalam pemungutan suara.

“Kami adalah sahabat Israel dan kami mengutuk serangan yang dilakukan Hamas tiga minggu lalu. Kami juga menyerukan agar para sandera dibebaskan, tapi kami harus bersuara,” kata PM Store.

“Situasinya sangat buruk dan menurut saya ini jelas melanggar apa yang kami sebut aturan perang atau hukum kemanusiaan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved