Pembantu Trump Sambangi Taiwan, AS Bakal Bikin China Naik Pitam
Rabu, 05 Agustus 2020 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah pernyataan yang cenderung menarik perbandingan dengan China, Departemen Kesehatan AS (HHS) mengatakan: "Berbeda dengan sistem otoriter, masyarakat dan ekonomi AS dan Taiwan secara unik diperlengkapi untuk mendorong kemajuan global di bidang-bidang seperti kedokteran dan sains untuk membantu dunia mengatasi ancaman yang muncul."
Terkait kunjungan ini, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan mereka berharap untuk menyambut delegasi AS.
"Taiwan dan AS adalah mitra yang berpikiran sama yang bekerja sama secara erat dalam memerangi virus Corona dan mempromosikan kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia di seluruh dunia," katanya.
Kunjungan delegasi AS kemungkinan akan mengobarkan ketegangan dengan China, yang mengklaim Taiwan sebagai miliknya dan bersumpah akan merebutnya dengan paksa jika perlu. Pada bulan Mei, Beijing menyatakan "kemarahan yang kuat" setelah menteri luar negeri AS, Mike Pompeo, memuji "keberanian dan visi" Tsai Ing-wen yang terpilih kembali.
Tahun lalu kunjungan ke AS oleh Tsai Ing-wen menarik "protes keras" dari Beijing, yang mendesak Washington untuk tidak mengizinkan kunjungan itu jika ingin menghindari rusaknya hubungan China-AS dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan.(Baca: Taiwan Waswas Ancaman Militer China Meningkat )
Sementara seolah-olah fokus pada pandemi virus Corona, kunjungan itu datang pada titik terendah hubungan AS-China dalam empat dekade, dengan permusuhan di berbagai bidang termasuk perdagangan, teknologi, hak asasi manusia dan sikap represif China terhadap Hong Kong.
Terkait kunjungan ini, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan mereka berharap untuk menyambut delegasi AS.
"Taiwan dan AS adalah mitra yang berpikiran sama yang bekerja sama secara erat dalam memerangi virus Corona dan mempromosikan kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia di seluruh dunia," katanya.
Kunjungan delegasi AS kemungkinan akan mengobarkan ketegangan dengan China, yang mengklaim Taiwan sebagai miliknya dan bersumpah akan merebutnya dengan paksa jika perlu. Pada bulan Mei, Beijing menyatakan "kemarahan yang kuat" setelah menteri luar negeri AS, Mike Pompeo, memuji "keberanian dan visi" Tsai Ing-wen yang terpilih kembali.
Tahun lalu kunjungan ke AS oleh Tsai Ing-wen menarik "protes keras" dari Beijing, yang mendesak Washington untuk tidak mengizinkan kunjungan itu jika ingin menghindari rusaknya hubungan China-AS dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan.(Baca: Taiwan Waswas Ancaman Militer China Meningkat )
Sementara seolah-olah fokus pada pandemi virus Corona, kunjungan itu datang pada titik terendah hubungan AS-China dalam empat dekade, dengan permusuhan di berbagai bidang termasuk perdagangan, teknologi, hak asasi manusia dan sikap represif China terhadap Hong Kong.
Lihat Juga :