Brigade Al-Qassam Gagalkan Serangan Darat Israel di Gaza Utara, Apa Rahasianya?

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 04:07 WIB
loading...
Brigade Al-Qassam Gagalkan...
Hamas suskes menggagalkan serangan darat Israel. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Sayap bersenjata Hamas , Brigade Qassam, mengatakan mereka telah “menggagalkan serangan darat Israel ke Beit Hanoun dan timur Bureij.” Mereka menambahkan bahwa “bentrokan dengan kekerasan” kini sedang terjadi.

Seorang pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, mengatakan bahwa Israel berusaha “menciptakan citra kemenangan”.

“Memutus komunikasi dari Jalur Gaza adalah upaya untuk menutupi kejahatan pendudukan [Israel] tanpa pengawasan atau akuntabilitas apa pun,” tambah Hamdan.

Apa rahasia kesuksesan Hamas menggagalkan invasi darat ke Gaza? Ternyata persiapan yang matang.

Sementara itu, Izzat al-Rishq, anggota senior biro politik Hamas, mengatakan pada hari Jumat bahwa Hamas siap mengalahkan pasukan Israel jika mereka memasuki Jalur Gaza.

Baca Juga: Jalur Komunikasi Terputus Total di Gaza, Perang Besar Akan Segera Terjadi

“Jika Netanyahu memutuskan untuk memasukkan [pasukan darat ke] Gaza melalui darat malam ini, perlawanan sudah siap,” kata al-Rishq.

Komentarnya muncul setelah Israel mengumumkan pihaknya memperluas operasi darat di daerah kantong tersebut.
-
Kemudian Al Jazeera melaporkan ada laporan “operasi terbatas Israel” di Gaza utara dan di sisi timur Kota Gaza itu sendiri.

Serangan udara meningkat di barat laut, khususnya di dekat kota pesisir Beit Lahiya, kata al-Kahlout, dan di daerah pemukiman di Kota Gaza.

“Ini bukan persiapan untuk… operasi darat, karena operasi darat [biasanya] didahului dengan artileri berat dan pemboman, yang sekarang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan beberapa jam yang lalu,” demikian laporan Al Jazeera. Namun, banyak trik dan permainan bisa diharapkan.

Sementara itu, militer Israel mengatakan kepada kantor berita Reuters dan AFP bahwa mereka tidak dapat menjamin keselamatan jurnalis mereka di Gaza.



Di tengah pemboman yang sedang berlangsung, dan rencana militer untuk meningkatkan operasi darat, “kami tidak dapat menjamin keselamatan Anda para karyawan, dan kami sangat mendesak Anda untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan demi keselamatan mereka”, kata militer Israel dalam sebuah surat, menurut laporan Reuters.

Reuters dalam sebuah pernyataan mengatakan “keengganan Israel untuk memberikan jaminan tentang keselamatan staf kami mengancam kemampuan mereka untuk menyampaikan berita tentang konflik ini tanpa takut terluka atau terbunuh”.

Komite Perlindungan Jurnalis telah mendokumentasikan 29 jurnalis tewas sejak 7 Oktober, termasuk jurnalis Reuters Issam Abdallah, yang tewas dalam serangan di Lebanon selatan.

Awal pekan ini, ancaman yang ditimbulkan tidak hanya terhadap jurnalis tetapi juga keluarga mereka sangat lega ketika istri, putra, putri dan cucu kepala biro Al Jazeera di Gaza, Wael Dahdouh, tewas dalam serangan di Gaza.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved