Hancur Akibat Serangan Israel, Ini Sejarah Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 05:19 WIB
loading...
Hancur Akibat Serangan...
Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Foto/MER-C
A A A
JAKARTA - Serangan udara Israel sebagai aksi balasan atas serangan mendadak kelompok militan Palestina Hamas pada 7 Oktober lalu menghancurkan rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza. Serangan tersebut juga menewaskan salah satu staf lokal MER-C, Abu Romzi, yang tengah berada di dekat lokasi.

Rumah sakit Indonesia juga menjadi salah satu lokasi evakuasi pasien Rumah Sakit Al-Awdeh saat tentara pendudukan Israek pada 13 Oktober lalu memperingatkan bahwa rumah sakit itu akan dibom.

Keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Palestina adalah bukti dukungan rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Lalu bagaimana sejarah berdirinya Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza?

Dilansir dari situs Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Rumah Sakit Indonesia berada di Bayt Lahiya, Gaza utara dengan luas 16.261 m2 yang merupakan wakaf dari Pemerintah Palestina. Sedangkan dana pembangunan rumah sakit ini sepenuhnya berasa dari donasi rakyat Indonesia. Untuk itu rumah sakit ini diberi nama Rumah Sakit Indonesia (RSI) dengan harapan bisa menjadi bukti silaturahmi jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina.

Rumah Sakit ini mulai dibangun sejak 14 Mei 2011 dan diresmikan pada 27 Desember 2015 oleh Wakil Presiden Indonesia saat itu Jusuf Kalla.

Pembangunan RSI dilatarbelakangi oleh agresi Israel ke Jalur Gaza medio 2008 lalu. Saat itu Tim Medis MER-C bersama tim medis Pemerintah RI berangkat ke Jalur Gaza guna menyalurkan bantuan kepada korban.

Saat itu, Tim MER-C melihat kebutuhan akan sarana kesehatan khususnya yang berfokus pada trauma dan rehabilitasi. Sebagai informasi, saat itu sebagai sebuah wilayah perang, Gaza hanya memiliki satu rumah sakit rehabilitasi yang tidak luput dari serangan Israel.

MER-C pun kemudian berinisiatif untuk membangun sebuah rumah sakit di Jalur Gaza. Rencana itu disampaikan saat bertemu dengan Menteri Kesehatan Palestina saat itu, Bassim Naim, di Jalur Gaza.

Rencana ini rupanya disambut baik. Atas nama rakyat Indonesia, ketua MER-C saat itu dr. Joserizal Jurnalis mewakili rakyat Indonesia menandatangani MOU pembangunan RSI di Jalur Gaza dengan Bassim Naim mewakili rakyat Gaza.

"Keberadaan RSI ini diharapkan bisa membantu menangani pasien-pasien yang mengalami trauma fisik dan merehabilitasi mereka sehingga mereka bisamandiri dan beraktifitas kembali," tulis MER-C disitusnya.

RSI adalah salah satu rumah sakit terbesar di Jalur Gaza. Rumah sakit yang terdiri dari tiga lantai ini memiliki 100 kasur untuk keperluan pasien rawat inap. RSI juga dilengkapi dengan empat ruang operasi dan 10 kasur ICU.

Berada di wilayah jantung konflik Palestina, RSI tercatat sudah beberapa kali RSI menjadi sasaran serangan.

Pada 14 November 2012, bom Israel meledak di dekat lokasi RSI. Setidaknya dua orang tewas dan sejumlah orang luka-luka, sementara 17 relawan Indonesia mengamankan diri di lantai dasar bangunan rumah sakit.

Pada Oktober 2018, RSI juga terkena serangan udara Israel. Sedangkan pada 7 Oktober lalu, serangan udara Israel merusak fasilitas RSI. Kabel listrik, sistem pendingin udara, dan langit-langit di beberapa ruangan rumah sakit runtuh menyusul bom dan rudal yang ditembakkan oleh jet tempur Israel.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Berita Terkini
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Infografis
Ukir Sejarah, Timnas...
Ukir Sejarah, Timnas Indonesia Melaju di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved