Video Tunjukkan Kendaraan Lapis Baja Israel Buka Jalan Menuju Gaza, Serangan Darat Segera Dimulai?

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 01:13 WIB
loading...
Video Tunjukkan Kendaraan...
Video tunjukkan kendaraan lapis baja Israel membuka jalan menuju Jalur Gaza, jelang kemungkinan serangan darat. Foto/Insider
A A A
TEL AVIV - Kendaraan lapis baja Israel telah membuka jalur ke Jalur Gaza menjelang kemungkinan invasi darat. Hal itu berdasarkan sebuah video yang dibagikan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Rekaman tersebut menunjukkan puluhan kendaraan lapis baja membersihkan tumpukan tanah dan membangun beberapa jalur di dekat pagar perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel.

Sekelompok kendaraan militer terlihat meninggalkan jejak di tanah saat melintasi Gaza utara.



Menurut OSINT Defender, sebuah pemantau intelijen sumber terbuka, kendaraan tersebut termasuk tank tempur utama Merkava Mark lV, buldoser lapis baja Caterpillar D9, dan kendaraan rekayasa lapis baja Puma, .

Kendaraan lapis baja juga terlihat membuka pintu masuk ke Gaza.

Baca Juga: Israel Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Isyaratkan Akan Ada Invasi

OSINT Defender mengatakan jalur tersebut "kemungkinan akan digunakan" oleh IDF dalam invasi darat mendatang seperti dikutip dari Insider, Jumat (27/10/2023).

Dalam sebuah postingan di X, IDF mengatakan, Israel melakukan serangan yang ditargetkan di Jalur Gaza semalam sebagai bagian dari persiapan untuk tahap pertempuran berikutnya sebelum keluar dari wilayah tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Rabu, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, mengatakan IDF bersiap untuk melakukan invasi darat, namun dia menolak memberikan rincian mengenai waktu atau skala invasi.

“Saya tidak akan menguraikan kapan, bagaimana, atau berapa jumlahnya. Saya juga tidak akan menguraikan berbagai perhitungan yang kami buat, yang sebagian besar tidak diketahui oleh masyarakat, dan memang seharusnya demikian,” ujarnya.

Setelah serangan teror Hamas di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.400 orang dan melukai 5.400 lainnya, pemerintah Israel menyatakan perang terhadap Hamas dan mengatakan akan memusnahkan kelompok militan di Gaza.

Baca Juga: Erdogan Kecam UE, Tuding Barat Tak Peduli Penderitaan Umat Islam

Menteri Pertahanan Israel memerintahkan "pengepungan total" terhadap Gaza, memutus aliran listrik dan aliran makanan, air, dan perbekalan, menyebabkan lebih dari dua juta orang terjebak dalam bencana kemanusiaan.

IDF sejak itu menyerang Gaza dengan serangan udara, menyebabkan kerusakan material dan manusia di daerah kantong tersebut, seperti yang ditunjukkan dalam foto.

Israel sejauh ini telah menahan invasi besar-besaran ke daerah kantong tersebut setelah Amerika Serikat (AS) meminta mereka menundanya sehingga Pentagon dapat menempatkan pertahanan udara di wilayah tersebut untuk melindungi pasukan Amerika, kata pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada The Wall Street Journal.

Pakar militer sebelumnya mengatakan kepada Insider bahwa invasi Israel ke Gaza dapat mengubah perang menjadi konflik regional yang lebih besar, menyeret kelompok militan yang didukung Iran, termasuk kelompok militan Lebanon Hizbullah dan milisi Islam Houthi, ke dalam perang Israel-Hamas.

Jumlah korban tewas warga Palestina di Gaza melebihi 4.800 pada hari Rabu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.

Baca Juga: Tank-tank Israel Masuk Gaza Tadi Malam, Lalu Mundur Lagi

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Israel Minta Warga Lebanon...
Israel Minta Warga Lebanon Mengungsi, Serangan Besar Dimulai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved