Korban Tewas Ledakan Beirut Capai 100 Jiwa
Rabu, 05 Agustus 2020 - 14:45 WIB
loading...
Korban tewas dalam ledakan dahsyat di Ibu Kota Lebanon, Beirut, telah mencapai 100 jiwa. Foto/Taiwan News
A
A
A
BEIRUT - Jumlah korban tewas akibat ledakan dahsyat di Ibu Kota Lebanon , Beirut, diperkirakan akan terus meningkat. Petugas penyelamat Lebanon menggali puing-puing mencari korban selamat dari ledakan tersebut.
Kepala Palang Merah Lebanon, George Kettani, mengatakan setidaknya 100 orang telah terbunuh dalam ledakan Beirut .
“Kami masih menyapu daerah itu. Masih ada korban. Saya harap tidak,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/8/2020).
Kettani sebelumnya mengatakan kepada penyiar LBCI bahwa Palang Merah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Lebanon untuk membangun kamar mayat karena rumah sakit kewalahan.
“Ada banyak orang yang hilang. Orang-orang bertanya kepada departemen darurat tentang orang-orang yang mereka cintai dan sulit untuk mencari di malam hari karena tidak ada listrik,” kata Menteri Kesehatan Hamad Hasan.
Ledakan di gudang-gudang pelabuhan yang menyimpan bahan-bahan yang sangat eksplosif itu adalah yang paling kuat selama bertahun-tahun di Beirut. Negara ini baru pulih dari krisis ekonomi dan lonjakan infeksi virus Corona.
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa 2.750 ton amonium nitrat, yang digunakan dalam pupuk dan bom, telah disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa langkah-langkah keamanan, dan dia mengatakan hal itu "tidak dapat diterima".(Baca: PM Lebanon Sebut 2.750 Ton Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Beirut )
Kepala Palang Merah Lebanon, George Kettani, mengatakan setidaknya 100 orang telah terbunuh dalam ledakan Beirut .
“Kami masih menyapu daerah itu. Masih ada korban. Saya harap tidak,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/8/2020).
Kettani sebelumnya mengatakan kepada penyiar LBCI bahwa Palang Merah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Lebanon untuk membangun kamar mayat karena rumah sakit kewalahan.
“Ada banyak orang yang hilang. Orang-orang bertanya kepada departemen darurat tentang orang-orang yang mereka cintai dan sulit untuk mencari di malam hari karena tidak ada listrik,” kata Menteri Kesehatan Hamad Hasan.
Ledakan di gudang-gudang pelabuhan yang menyimpan bahan-bahan yang sangat eksplosif itu adalah yang paling kuat selama bertahun-tahun di Beirut. Negara ini baru pulih dari krisis ekonomi dan lonjakan infeksi virus Corona.
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa 2.750 ton amonium nitrat, yang digunakan dalam pupuk dan bom, telah disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa langkah-langkah keamanan, dan dia mengatakan hal itu "tidak dapat diterima".(Baca: PM Lebanon Sebut 2.750 Ton Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Beirut )
Lihat Juga :