Israel Membabi Buta, Anak-anak Jalur Gaza Tulis Namanya di Tubuh Agar Mudah Diidentifikasi
Selasa, 24 Oktober 2023 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Pengawas ruangan di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa tempat jenazah dimandikan menggambarkan hari Minggu sebagai “hari yang luar biasa.”
Menolak untuk disebutkan namanya, dia mengatakan kepada CNN bahwa jumlah korban tewas dari Sabtu hingga Minggu telah melebihi 200 orang, dan ini senada dengan apa yang dikatakan Dr. al Masri.
“Apa yang kami perhatikan saat ini adalah banyak orang tua menuliskan nama anak-anak mereka di kaki mereka sehingga mereka dapat diidentifikasi setelah serangan udara dan jika mereka tersesat. Ini adalah fenomena baru yang baru saja dimulai di Gaza,” ujarnya.
“Banyak anak-anak yang hilang, banyak yang sampai di sini dengan tengkorak patah… dan tidak mungkin untuk mengidentifikasi mereka, hanya melalui tulisan itulah mereka dapat diidentifikasi,” imbuhnya.
Selama dua minggu terakhir ratusan anak-anak telah dikeluarkan dari reruntuhan bangunan yang terkena serangan udara di salah satu tempat terpadat di dunia, banyak dari mereka tidak dapat dikenali karena luka-luka mereka.
Baca Juga: Balas Kekalahan pada Invasi Darat Perdana, Israel Bombardir Gaza hingga 436 Orang Tewas
Menurut Doctors Without Borders ketika Israel terus melakukan “pengepungan total” terhadap wilayah miskin tersebut dan persediaan penting semakin menipis, para dokter di rumah sakit Gaza terpaksa mengoperasi tanpa obat penghilang rasa sakit.
Menolak untuk disebutkan namanya, dia mengatakan kepada CNN bahwa jumlah korban tewas dari Sabtu hingga Minggu telah melebihi 200 orang, dan ini senada dengan apa yang dikatakan Dr. al Masri.
“Apa yang kami perhatikan saat ini adalah banyak orang tua menuliskan nama anak-anak mereka di kaki mereka sehingga mereka dapat diidentifikasi setelah serangan udara dan jika mereka tersesat. Ini adalah fenomena baru yang baru saja dimulai di Gaza,” ujarnya.
“Banyak anak-anak yang hilang, banyak yang sampai di sini dengan tengkorak patah… dan tidak mungkin untuk mengidentifikasi mereka, hanya melalui tulisan itulah mereka dapat diidentifikasi,” imbuhnya.
Selama dua minggu terakhir ratusan anak-anak telah dikeluarkan dari reruntuhan bangunan yang terkena serangan udara di salah satu tempat terpadat di dunia, banyak dari mereka tidak dapat dikenali karena luka-luka mereka.
Baca Juga: Balas Kekalahan pada Invasi Darat Perdana, Israel Bombardir Gaza hingga 436 Orang Tewas
Menurut Doctors Without Borders ketika Israel terus melakukan “pengepungan total” terhadap wilayah miskin tersebut dan persediaan penting semakin menipis, para dokter di rumah sakit Gaza terpaksa mengoperasi tanpa obat penghilang rasa sakit.
Lihat Juga :