Israel Membabi Buta, Anak-anak Jalur Gaza Tulis Namanya di Tubuh Agar Mudah Diidentifikasi
Selasa, 24 Oktober 2023 - 16:59 WIB
loading...
Orang tua di Jalur Gaza menuliskan nama anak mereka ditubuhnya agar mudah diidentifikasi saat serangan Israel terus berlangsung. Foto/Ilustrasi
A
A
A
Serangan brutal yang dilakukan Israel di Jalur Gaza tidak memandang bulu. Orang tua, remaja, anak-anak bisa menjadi korban keganasan Zionis Israel.
Jenazah tiga anak tergeletak di atas brankar dalam kamar mayar rumah sakit Jalur Gaza. Salah satu celana mereka didorong ke atas hingga memperlihatkan tulisan dengan tinta hitam di kulit mereka.
“Kami menerima beberapa kasus di mana orang tua menuliskan nama anak-anak mereka di kaki dan perut,” ungkap Dr. Abdul Rahman al Masri, kepala unit gawat darurat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, kepada CNN.
Dia mengatakan para orang tua khawatir apa pun bisa terjadi, dan tidak ada yang bisa mengidentifikasi anak-anak mereka.
“Ini berarti mereka merasa menjadi sasaran kapan saja dan bisa terluka atau menjadi martir,” tambah al Masri seperti dikutip dari media yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu, Selasa (24/10/2023).
Baca Juga: Horor, Israel Bombardir Kamp Pengungsi Jabalia Gaza Tewaskan 30 Orang
Tinta hitam tersebut merupakan tanda kecil dari ketakutan dan keputusasaan yang dirasakan oleh para orang tua di daerah kantong padat penduduk tersebut ketika Israel terus melancarkan serangan udara tanpa henti sebagai pembalasan atas serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu.
Jenazah tiga anak tergeletak di atas brankar dalam kamar mayar rumah sakit Jalur Gaza. Salah satu celana mereka didorong ke atas hingga memperlihatkan tulisan dengan tinta hitam di kulit mereka.
“Kami menerima beberapa kasus di mana orang tua menuliskan nama anak-anak mereka di kaki dan perut,” ungkap Dr. Abdul Rahman al Masri, kepala unit gawat darurat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, kepada CNN.
Dia mengatakan para orang tua khawatir apa pun bisa terjadi, dan tidak ada yang bisa mengidentifikasi anak-anak mereka.
“Ini berarti mereka merasa menjadi sasaran kapan saja dan bisa terluka atau menjadi martir,” tambah al Masri seperti dikutip dari media yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu, Selasa (24/10/2023).
Baca Juga: Horor, Israel Bombardir Kamp Pengungsi Jabalia Gaza Tewaskan 30 Orang
Tinta hitam tersebut merupakan tanda kecil dari ketakutan dan keputusasaan yang dirasakan oleh para orang tua di daerah kantong padat penduduk tersebut ketika Israel terus melancarkan serangan udara tanpa henti sebagai pembalasan atas serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu.
Lihat Juga :