Konflik Laut China Selatan Memanas, Kapal China dan Filipina Bertabrakan
Minggu, 22 Oktober 2023 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
“Tindakan China yang berbahaya, tidak bertanggung jawab, dan ilegal” merupakan “pelanggaran kedaulatan, hak kedaulatan, dan yurisdiksi Filipina”, kata Satuan Tugas Manila untuk Laut Filipina Barat dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters.
Amerika Serikat menyatakan dukungannya kepada Filipina, dan mengecam "gangguan yang dilakukan China terhadap misi pasokan resmi Filipina".
“Kami mendukung #FriendsPartnersAllies kami dalam melindungi kedaulatan Filipina dan mendukung #FreeAndOpenIndoPacific,” Duta Besar untuk Filipina MaryKay Carlson memposting di X, platform yang sebelumnya bernama Twitter.
Hubungan Manila dengan Beijing memburuk di bawah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang memperkuat keterlibatan militer dengan Washington sejak menjabat tahun lalu. Pentagon mengatakan pada bulan Mei bahwa pihaknya akan melindungi Filipina jika penjaga pantainya diserang “di mana pun di Laut Cina Selatan”.
Beijing mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut Cina Selatan, termasuk sebagian zona ekonomi eksklusif Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Pengadilan Arbitrase Permanen pada tahun 2016 mengatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.
Pekan lalu, militer Filipina menuntut China menghentikan tindakannya yang "berbahaya dan ofensif" setelah sebuah kapal angkatan laut China membayangi dan berusaha menghalangi kapal angkatan laut Filipina yang sedang melakukan misi pasokan.
Amerika Serikat menyatakan dukungannya kepada Filipina, dan mengecam "gangguan yang dilakukan China terhadap misi pasokan resmi Filipina".
“Kami mendukung #FriendsPartnersAllies kami dalam melindungi kedaulatan Filipina dan mendukung #FreeAndOpenIndoPacific,” Duta Besar untuk Filipina MaryKay Carlson memposting di X, platform yang sebelumnya bernama Twitter.
Hubungan Manila dengan Beijing memburuk di bawah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang memperkuat keterlibatan militer dengan Washington sejak menjabat tahun lalu. Pentagon mengatakan pada bulan Mei bahwa pihaknya akan melindungi Filipina jika penjaga pantainya diserang “di mana pun di Laut Cina Selatan”.
Beijing mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut Cina Selatan, termasuk sebagian zona ekonomi eksklusif Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Pengadilan Arbitrase Permanen pada tahun 2016 mengatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.
Pekan lalu, militer Filipina menuntut China menghentikan tindakannya yang "berbahaya dan ofensif" setelah sebuah kapal angkatan laut China membayangi dan berusaha menghalangi kapal angkatan laut Filipina yang sedang melakukan misi pasokan.
Lihat Juga :