Akankah Perang Israel-Hamas Ganggu Strategi China di Timur Tengah?

Minggu, 22 Oktober 2023 - 11:41 WIB
loading...
A A A
Qatar telah menyelaraskan visi nasionalnya untuk 2030 dengan BRI China, dengan fokus khusus pada sektor energi. Menurut laporan The Jordan Times, menyusul kesepakatan dengan Beijing pada Juni 2023, Qatar setuju untuk memasok empat juta ton gas setiap tahunnya ke China.

Pada 2021, menurut Xinhua, perdagangan bilateral antara China dan Qatar mencapai titik tertinggi sebesar USD17 miliar, naik 57 persen dibandingkan 2020. Dalam tiga bulan pertama tahun 2022, perdagangan dua arah meningkat sebesar USD19,5 miliar.

Dari segi infrastruktur, Stadion Lusail yang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA ke-22 tahun lalu, dianggap sebagai karya konstruksi khas China Railway Construction Corporation. Mereka telah memenangkan kontrak senilai USD764 juta untuk membangun stadion.

China juga terlibat dalam pembangunan stadion Qatar lainnya seperti Stadion Kota Pendidikan dan Stadion 974. Menurut keterangan dari Global Times, dari pelabuhan laut hingga waduk strategis, proyek energi, dan komunikasi, ada begitu banyak proyek yang saat ini melibatkan lebih dari 200 perusahaan China di Qatar.

Keterlibatan China dengan negara-negara non-GCC dalam perdagangan dan investasi juga kuat dan berwawasan ke depan. Di Iran, China telah setuju untuk berinvestasi sebesar USD400 miliar selama 25 tahun sebagai imbalan atas pasokan minyak yang stabil untuk menggerakkan mesin pertumbuhannya.

The New York Times melaporkan bahwa janji investasi China senilai USD400 miliar akan ditaruh di berbagai bidang, termasuk perbankan, telekomunikasi, pelabuhan, kereta api, layanan kesehatan, dan teknologi informasi. Investasi China di Irak dan Suriah telah tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Risiko Eskalasi Perang Israel-Hamas


Namun, seiring dengan langkah-langkah yang berorientasi ekonomi di Timur Tengah, China terlihat mengambil langkah yang diperhitungkan dengan baik untuk meningkatkan pengaruh politiknya di wilayah tersebut. Hal ini terlihat pada mediasinya dalam membantu normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Iran.

"Dengan berhasil membawa dua rival paling sengit di Timur Tengah ke meja perundingan, China bertujuan untuk membangun kredibilitas sebagai mitra kompeten di kawasan ini," kata Carnegie Endowment For International Peace dalam sebuah artikel baru-baru ini.

Untuk meningkatkan pengaruhnya di negara-negara kawasan, China membantu mendorong UEA, Arab Saudi, dan Iran untuk menjadi anggota BRICS dalam pertemuan puncak kelompok tersebut di Johannesburg pada Agustus lalu.

Dalam Organisasi Kerja Sama Shanghai yang didominasi China, Iran telah menjadi anggota, sementara status mitra dialog telah diberikan kepada Qatar, UEA, Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait.

Namun ada ketakutan bahwa ketika Israel menargetkan Iran karena dukungannya terhadap Hamas atau Teheran menyerang Israel karena dukungannya terhadap perjuangan Palestina, maka dikhawatirkan konflik Israel-Hamas saat ini dapat berubah menjadi perang berskala besar yang melibatkan negara-negara Timur Tengah. Jika hal ini terjadi, maka China akan mengalami kerugian besar, menurut estimasi para ahli.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved