Pentagon Ngeri, ICBM Nuklir DF-5C China Mampu Serang Benua AS, Alaska, dan Hawaii
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Pentagon mengeklaim bahwa DF-5C, salah satu dari beberapa rudal balistik antarbenua bersenjata nuklir yang baru dikembangkan dan di-upgrade milik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), mungkin dilengkapi dengan hulu ledak besar dengan daya ledak multi-megaton.
Rudal-rudal ini berada dalam berbagai tahap pengembangan dan/atau penempatan. Kini silo China, yang berjumlah ratusan, bisa dilengkapi dengan ICBM DF-31 yang sudah beroperasi.
Laporan Pentagon juga mengungkapkan kemajuan China dalam mengembangkan kemampuan kapal selam rudal balistik.
Para pembuat kebijakan dan analis militer AS telah lama mengamati bahwa China ingin dapat menyerang daratan Amerika Serikat dengan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam di Laut China Selatan.
Namun, hal ini telah dianggap sebagai tujuan masa depan berdasarkan laporan Pentagon tahun lalu.
Dengan perkiraan jangkauan 7.200 kilometer, rudal balistik JL-2 reguler memerlukan kapal selam kelas Jin untuk ditempatkan di selatan Jepang untuk menargetkan Hawaii atau di barat Hawaii untuk kemungkinan serangan di daratan Amerika bagian barat.
EurAsian Times sebelumnya melaporkan bahwa China mempertahankan setidaknya satu kapal selam rudal balistik bersenjata nuklir secara permanen di laut, sehingga meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.
Rudal-rudal ini berada dalam berbagai tahap pengembangan dan/atau penempatan. Kini silo China, yang berjumlah ratusan, bisa dilengkapi dengan ICBM DF-31 yang sudah beroperasi.
Laporan Pentagon juga mengungkapkan kemajuan China dalam mengembangkan kemampuan kapal selam rudal balistik.
Para pembuat kebijakan dan analis militer AS telah lama mengamati bahwa China ingin dapat menyerang daratan Amerika Serikat dengan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam di Laut China Selatan.
Namun, hal ini telah dianggap sebagai tujuan masa depan berdasarkan laporan Pentagon tahun lalu.
Dengan perkiraan jangkauan 7.200 kilometer, rudal balistik JL-2 reguler memerlukan kapal selam kelas Jin untuk ditempatkan di selatan Jepang untuk menargetkan Hawaii atau di barat Hawaii untuk kemungkinan serangan di daratan Amerika bagian barat.
EurAsian Times sebelumnya melaporkan bahwa China mempertahankan setidaknya satu kapal selam rudal balistik bersenjata nuklir secara permanen di laut, sehingga meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.
Lihat Juga :