Dari 6 Pemimpin Hamas, Siapa Paling Berpengaruh?

Kamis, 19 Oktober 2023 - 22:11 WIB
loading...
A A A
Pesawat tempur Israel juga menghancurkan rumahnya dua kali selama invasi Gaza pada tahun 2014 dan 2021, menewaskan saudaranya.

Tidak diketahui seperti apa rupa Issa hingga tahun 2011, ketika ia muncul dalam foto grup yang diambil saat resepsi pertukaran tahanan.

Dia diperkirakan memainkan peran penting dalam merencanakan serangan ke Israel, termasuk yang terbaru.

5. Khaled Meshaal

Dari 6 Pemimpin Hamas, Siapa Paling Berpengaruh?

Foto/Reuters

Khaled Meshaal, yang lahir di Tepi Barat pada tahun 1956, dianggap sebagai salah satu pendiri Hamas.

Di bawah instruksi langsung dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, agen mata-mata Israel Mossad berusaha membunuh Meshaal pada tahun 1997 ketika dia tinggal di Yordania,

Agen Mossad memasuki Yordania dengan paspor Kanada palsu dan Meshaal disuntik dengan zat beracun saat berjalan di sepanjang jalan.

Pihak berwenang Yordania mengetahui upaya pembunuhan tersebut dan menangkap dua anggota Mossad.

Mendiang Raja Hussein dari Yordania meminta PM Israel untuk memberikan penawar racun yang disuntikkan Meshaal. Menghadapi tekanan dari Presiden AS saat itu, Bill Clinton, Netanyahu memberikan obat penawar tersebut setelah awalnya menolak permintaan tersebut.

Meshaal, yang tinggal di Qatar, mengunjungi Jalur Gaza untuk pertama kalinya pada tahun 2012. Ia diterima oleh para pejabat Palestina dan banyak warga Palestina keluar untuk menyambutnya.

Hamas memilih Ismail Haniyeh untuk menggantikan Meshaal sebagai kepala biro politiknya pada tahun 2017, dan Meshaal menjadi kepala biro politik kelompok tersebut di luar negeri.

6. Mahmoud Zahar

Dari 6 Pemimpin Hamas, Siapa Paling Berpengaruh?

Foto/Reuters

Mahmoud Zahar lahir di Gaza pada tahun 1945 dari ayah Palestina dan ibu Mesir. Ia dianggap sebagai salah satu pemimpin Hamas yang paling menonjol, dan anggota kepemimpinan politik gerakan tersebut.

Dia bersekolah di Gaza dan universitas di Kairo, kemudian bekerja sebagai dokter di Gaza dan Khan Younis sampai pemerintah Israel memecatnya karena posisi politiknya.

Mahmoud Zahar ditahan di penjara Israel pada tahun 1988, beberapa bulan setelah berdirinya Hamas. Dia termasuk di antara mereka yang dideportasi oleh Israel ke tanah tak bertuan pada tahun 1992, di mana dia menghabiskan waktu satu tahun.

Dengan kemenangan gerakan Hamas dalam pemilihan umum Palestina pada tahun 2006, Zahar bergabung dengan Kementerian Luar Negeri di pemerintahan Perdana Menteri Ismail Haniyeh yang baru dibentuk sebelum akhirnya dibubarkan.

Israel berusaha membunuh Zahar pada tahun 2003, ketika sebuah pesawat menjatuhkan bom di rumahnya di Kota Gaza. Serangan itu menyebabkan dia mengalami luka ringan, namun menewaskan putra sulungnya, Khaled.

Putra keduanya, Hossam, yang merupakan anggota Brigade al-Qassam, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza pada tahun 2008.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved