Dari 6 Pemimpin Hamas, Siapa Paling Berpengaruh?
Kamis, 19 Oktober 2023 - 22:11 WIB
loading...
Para pemimpin Hamas Marwan Issa; Khaled Meshaal; Mahmoud Zahar; Yehiya Sinwar; Ismail Haniyeh; hingga Mohammed Deif. Foto/BBC/Reuters
A
A
A
GAZA - Sejak Hamas membutakan Israel dengan serangan paling ambisius yang pernah dilancarkan dari Gaza, timbul pertanyaan mengenai pemimpinnya yang paling berpengaruh.
Apalagi, Hamas merupakan kelompok perjuangan yang unik dan menarik. Mereka memiliki pola pergerakan yang sangat rahasia dan tidak mudah terbaca oleh musuh.
Keberadaan para pemimpin Hamas juga mayoritas justru misterius. Itu menunjukkan mereka memiliki pola struktur dan komando yang tidak muda diketahui oleh publik.
Banyak dari orang-orang berpangkat tinggi yang tergabung dalam kelompok pejuang Palestina yang menguasai Gaza tidak menonjolkan diri di depan umum. Sementara yang lain menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk menghindari upaya pembunuhan oleh Israel.
Baca Juga: Israel Ingin Hancurkan Gaza seperti Hiroshima, tapi Tanpa Senjata Nuklir
Hamas memiliki banyak pemimpin. Mereka yang terkenal dan populer adalah Marwan Issa; Khaled Meshaal; Mahmoud Zahar; Yehiya Sinwar; Ismail Haniyeh; hingga Mohammed Deif.
![Dari 6 Pemimpin Hamas, Siapa Paling Berpengaruh?]()
Foto/Reuters
Melansir BBC, Ismail Haniyeh secara luas dianggap sebagai pemimpin Hamas secara keseluruhan.
Sebagai anggota terkemuka gerakan tersebut pada akhir tahun 1980an, Israel memenjarakan Haniyeh selama tiga tahun pada tahun 1989 ketika mereka menindak pemberontakan Palestina yang pertama.
Dia kemudian diasingkan pada tahun 1992 ke tanah tak bertuan antara Israel dan Lebanon, bersama dengan sejumlah pemimpin Hamas.
Setelah setahun di pengasingan, dia kembali ke Gaza. Pada tahun 1997, ia diangkat menjadi kepala kantor pemimpin spiritual Hamas, sehingga memperkuat posisinya.
Haniyeh ditunjuk sebagai perdana menteri Palestina pada tahun 2006 oleh Presiden Mahmoud Abbas setelah Hamas memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu nasional, namun diberhentikan setahun kemudian setelah kelompok tersebut menggulingkan partai Fatah pimpinan Abbas dari Jalur Gaza dalam seminggu kekerasan yang mematikan.
Haniyeh menolak pemecatannya karena dianggap "inkonstitusional", dan menekankan bahwa pemerintahannya "tidak akan mengabaikan tanggung jawab nasionalnya terhadap rakyat Palestina", dan terus memerintah di Gaza.
Dia terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada tahun 2017.
Pada tahun 2018, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Haniyeh sebagai teroris. Dia telah tinggal di Qatar selama beberapa tahun terakhir.
![Dari 6 Pemimpin Hamas, Siapa Paling Berpengaruh?]()
Foto/Reuters
Pada bulan September 2015, Amerika Serikat memasukkan nama Sinwar ke dalam daftar hitam "teroris internasional".
Dia adalah pendiri dinas keamanan Hamas yang dikenal sebagai Majd, yang mengelola masalah keamanan dalam negeri, menyelidiki tersangka agen Israel dan melacak petugas intelijen dan badan keamanan Israel.
Sinwar telah ditangkap tiga kali. Setelah penangkapan ketiganya pada tahun 1988, dia dijatuhi empat hukuman penjara seumur hidup.
Apalagi, Hamas merupakan kelompok perjuangan yang unik dan menarik. Mereka memiliki pola pergerakan yang sangat rahasia dan tidak mudah terbaca oleh musuh.
Keberadaan para pemimpin Hamas juga mayoritas justru misterius. Itu menunjukkan mereka memiliki pola struktur dan komando yang tidak muda diketahui oleh publik.
Banyak dari orang-orang berpangkat tinggi yang tergabung dalam kelompok pejuang Palestina yang menguasai Gaza tidak menonjolkan diri di depan umum. Sementara yang lain menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk menghindari upaya pembunuhan oleh Israel.
Baca Juga: Israel Ingin Hancurkan Gaza seperti Hiroshima, tapi Tanpa Senjata Nuklir
Hamas memiliki banyak pemimpin. Mereka yang terkenal dan populer adalah Marwan Issa; Khaled Meshaal; Mahmoud Zahar; Yehiya Sinwar; Ismail Haniyeh; hingga Mohammed Deif.
Pertanyaan, siapa yang paling berpengaruh dari 6 pemimpin Hamas tersebut?
1. Ismail Haniyah

Foto/Reuters
Melansir BBC, Ismail Haniyeh secara luas dianggap sebagai pemimpin Hamas secara keseluruhan.
Sebagai anggota terkemuka gerakan tersebut pada akhir tahun 1980an, Israel memenjarakan Haniyeh selama tiga tahun pada tahun 1989 ketika mereka menindak pemberontakan Palestina yang pertama.
Dia kemudian diasingkan pada tahun 1992 ke tanah tak bertuan antara Israel dan Lebanon, bersama dengan sejumlah pemimpin Hamas.
Setelah setahun di pengasingan, dia kembali ke Gaza. Pada tahun 1997, ia diangkat menjadi kepala kantor pemimpin spiritual Hamas, sehingga memperkuat posisinya.
Haniyeh ditunjuk sebagai perdana menteri Palestina pada tahun 2006 oleh Presiden Mahmoud Abbas setelah Hamas memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu nasional, namun diberhentikan setahun kemudian setelah kelompok tersebut menggulingkan partai Fatah pimpinan Abbas dari Jalur Gaza dalam seminggu kekerasan yang mematikan.
Haniyeh menolak pemecatannya karena dianggap "inkonstitusional", dan menekankan bahwa pemerintahannya "tidak akan mengabaikan tanggung jawab nasionalnya terhadap rakyat Palestina", dan terus memerintah di Gaza.
Dia terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada tahun 2017.
Pada tahun 2018, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Haniyeh sebagai teroris. Dia telah tinggal di Qatar selama beberapa tahun terakhir.
2. Yahya Sinwar

Foto/Reuters
Pada bulan September 2015, Amerika Serikat memasukkan nama Sinwar ke dalam daftar hitam "teroris internasional".
Dia adalah pendiri dinas keamanan Hamas yang dikenal sebagai Majd, yang mengelola masalah keamanan dalam negeri, menyelidiki tersangka agen Israel dan melacak petugas intelijen dan badan keamanan Israel.
Sinwar telah ditangkap tiga kali. Setelah penangkapan ketiganya pada tahun 1988, dia dijatuhi empat hukuman penjara seumur hidup.
Lihat Juga :