Jurnalis Australia Cheng Lei Merasa Rapuh usai Ditahan di Penjara China
Kamis, 19 Oktober 2023 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Mengingat bagaimana dirinya pertama kali ditahan pada Agustus 2020, Cheng mengatakan seseorang senior di kantor memanggilnya ke ruangan, dan di sana dia bertemu dengan 20 orang.
"Seseorang berdiri, menunjukkan lencananya, dan berkata 'Anda dicari’," kenangnya. Cheng kemudian diantar ke apartemennya dan digeledah sepanjang hari.
Dalam enam bulan pertama penahanannya, Cheng diisolasi dan berusaha memblokir pikiran negatif dengan menerjemahkan puisi di kepalanya. "Setiap mimpi adalah mimpi buruk, karena jika itu adalah mimpi indah, saat bangun segalanya akan terasa lebih buruk," tutur Cheng.
Dari sel isolasi, Cheng dipindahkan ke penjara lain yang dihuni sejumlah narapidana. Di penjara baru itu, kata Cheng, semua lampu tidak pernah dimatikan.
Kembali ke Australia dengan pesawat adalah pertama kalinya Cheng merasakan lagi kegelapan tanpa sinar lampu dalam tiga tahun.
"Karena pengalaman buruk ini, saya merasa waswas akan ada orang yang tiba-tiba turun dari langit dan menangkap saya," ucap Cheng saat ditanya bagaimana dirinya menyesuaikan diri dengan kehidupan di Australia.
Cheng berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Australia, dan mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Penny Wong, yang telah mendukung keluarganya, terasa seperti "seorang teman yang berusaha membantu saya."
"Seseorang berdiri, menunjukkan lencananya, dan berkata 'Anda dicari’," kenangnya. Cheng kemudian diantar ke apartemennya dan digeledah sepanjang hari.
Dalam enam bulan pertama penahanannya, Cheng diisolasi dan berusaha memblokir pikiran negatif dengan menerjemahkan puisi di kepalanya. "Setiap mimpi adalah mimpi buruk, karena jika itu adalah mimpi indah, saat bangun segalanya akan terasa lebih buruk," tutur Cheng.
Dari sel isolasi, Cheng dipindahkan ke penjara lain yang dihuni sejumlah narapidana. Di penjara baru itu, kata Cheng, semua lampu tidak pernah dimatikan.
Kembali ke Australia dengan pesawat adalah pertama kalinya Cheng merasakan lagi kegelapan tanpa sinar lampu dalam tiga tahun.
"Karena pengalaman buruk ini, saya merasa waswas akan ada orang yang tiba-tiba turun dari langit dan menangkap saya," ucap Cheng saat ditanya bagaimana dirinya menyesuaikan diri dengan kehidupan di Australia.
Cheng berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Australia, dan mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Penny Wong, yang telah mendukung keluarganya, terasa seperti "seorang teman yang berusaha membantu saya."
(mas)
Lihat Juga :