Jilbab Dilepas Paksa Polisi, Muslimah AS Dapat Kompensasi Rp1 Miliar

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 05:01 WIB
Jilbab Dilepas Paksa...
Jilbab Dilepas Paksa Polisi, Muslimah AS Dapat Kompensasi Rp1 Miliar
A A A
LONG BEACH - Pemerintah Kota Long Beach, California, Amerika Serikat (AS) diperintahkan pengadilan untuk membayar kompensasi kepada seorang Muslimah yang jilbabnya dilepas paksa oleh polisi. Wanita Muslim itu berhak mendapat kompensasi USD85.000 atau sekitar Rp1,1 miliar setelah gugatannya menang.

Gugatan itu diajukan wanita bernama Kristy Powell pada tahun 2016. Powell ditangkap pada tahun 2015 dan jilbabnya dilepas paksa oleh petugas polisi di hadapan para petugas polisi pria dan puluhan narapidana.

Insiden tersebut berawal ketika Kirsty Powell dan suaminya yang menaiki sebuah mobil dicegat oleh polisi. Powell ditangkap berdasarkan surat perintah, di mana dia dituduh mengutil.

Suami Powell meminta agar petugas polisi wanita yang menangani penangkapan istrinya. Namun, permintaan itu ditolak dan Powell diperintahkan untuk melepas jilbabnya.

Wanita itu menghabiskan malamnya di sel tahanan tanpa jilbab. Gara-gara kasus ini, kebijakan di kota tersebut diubah.

Menurut asisten pengacara Kota Long Beach, Monte Machit, perwira polisi wanita jika melepas jilbab seorang tersangka harus jauh dari petugas pria.”Itu hanya perlu bila untuk keselamatan petugas,” kata Machit, seperti dikutip dari Los Angeles Times, Sabtu (12/8/2017).

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengatakan, pada akhirnya Dewan Kota Long Beach sepakat untuk menyelesaikan tuntutan Powell.

Gugatan Powell itu difasilitasi CAIR.”Petugas polisi secara paksa melepas jilbabnya di hadapan perwira laki-laki lain dan puluhan narapidana,” kata CAIR dalam sebuah pernyataan.”Dia (Powell) menggambarkan pengalaman itu sebagai pengalaman yang sangat traumatis.”

Wanita tersebut berpendapat, jilbab harus dia kenakan karena menyangkut keyakinan yang dia anut. Alasan itu pula yang membuatnya mengajukan gugatan, di mana konstitusi AS menjamin hak-hak dalam beragama.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
28 menit yang lalu
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
2 jam yang lalu
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
4 jam yang lalu
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
5 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
6 jam yang lalu
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved