Mengapa AS Terlibat Perang Rusia-Ukraina serta Israel-Hamas?

Rabu, 18 Oktober 2023 - 21:05 WIB
loading...
A A A
Dia benar: Sejak awal berdirinya, Amerika Serikat telah membentuk budaya pembajakan yang mendukung penjarahan dan penaklukan. Belakangan, ketika triumfalisme muncul di Barat setelah berakhirnya Perang Dingin, Amerika Serikat, satu-satunya negara adidaya di dunia, melihat peluang langka untuk membentuk kembali dunia sesuai keinginan mereka dan berkuasa.

Namun "momen unipolar"-nya hanya berumur pendek. Ketika dunia beralih ke negara multipolar, Amerika Serikat khawatir supremasi globalnya melemah dan karenanya mulai memperketat cengkeramannya.

6. Selalu Serakah dan Bernafsu atas Kekuasaan

Mengapa AS Terlibat Perang Rusia-Ukraina serta Israel-Hamas?

Foto/Reuters

"Kerajaan Washington" "dibangun di atas fondasi keserakahan dan nafsu akan kekuasaan," tulis penulis dan komentator politik John Wight.

“Arogansi kekaisarannya” sama dengan yang menyertai kerajaan mana pun, “yang didirikan bukan atas nama perdamaian dan kemakmuran, melainkan atas nama perang dan eksploitasi,” tulis Wight, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat “berusaha untuk mendominasi” dan “memiliki kebijakan yang tidak memihak”. mencampuri urusan dalam negeri negara lain."

Memang benar bahwa Amerika telah lama mengabaikan peraturan internasional, memaksa negara lain untuk memihak, dan melakukan pembalasan terhadap mereka yang menolak untuk mematuhinya. Konsekuensinya tidak hanya mencakup kerugian manusia, keruntuhan ekonomi, dan kekacauan sosial di negara-negara yang menjadi sasarannya, namun juga menghancurkan stabilitas regional dan global.

Dan untuk membenarkan kebijakan intervensionisnya, Amerika Serikat menyamarkan kesalahannya sebagai “teori perang yang adil” dan apa yang disebut “eksperimen demokratis.”


7. Berdalih pada Hak Asasi Manusia, padahal Melanggarnya

Mengapa AS Terlibat Perang Rusia-Ukraina serta Israel-Hamas?

Foto/Reuters

Daniel Kovalik, pakar hak asasi manusia internasional Amerika dari Universitas Pittsburgh, mengatakan kepada Xinhua bahwa Amerika Serikat menggunakan hak asasi manusia sebagai "gada" untuk mencapai sasaran.

Itu tidak ada hubungannya dengan hak asasi manusia, katanya. “Ini tentang kepentingan ekonomi dan strategis AS.”

“Wacana tentang demokrasi adalah alat tekanan AS terhadap negara-negara… Setiap wilayah yang mereka serang hancur total baik secara fisik maupun spiritual karena mereka membuat negara tetangga saling bermusuhan,” kata jurnalis veteran Turki Tunc Akkoc.

Seperti yang dimuat dalam sebuah opini yang diterbitkan tahun lalu di South China Morning Post, Amerika Serikat “menimbulkan semua konsekuensi yang dapat ditimbulkan oleh hegemon terhadap negara-negara yang tidak patuh.”

“Pengalaman berbeda dalam intervensi AS” selama beberapa dekade terakhir “tidak berpihak pada rakyat,” kata pakar politik Mesir Akram Hossam kepada Xinhua.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved