alexa snippet

Kigoma, Pria Korban Perkosaan di Kongo yang Angkat Bicara

Kigoma, Pria Korban Perkosaan di Kongo yang Angkat Bicara
Stephen Kigoma, pria Kongo korban perkosaan yang selamat dan mengungsi ke Uganda. Foto/BBC
A+ A-
KAMPALA - Stephen Kigoma, seorang pria korban perkosaan oleh tiga laki-laki di Republik Demokratik Kongo angkat bicara setelah memendam peristiwa yang oleh orang-orang dianggap tabu. Dia juga meminta para pria yang senasib dengannya untuk bersuara.

Kigoma diperkosa selama konflik sipil di negara Afrika tengah, namun dia hanya mencari pertolongan medis ketika melarikan diri dari perbatasan ke Uganda seminggu kemudian.

“Saya menyembunyikan bahwa saya adalah korban perkosaan laki-laki, saya tidak dapat membuka diri, ini tabu,” katanya dalam sebuah wawancara dengan BBC.

“Sebagai seorang pria, saya tidak bisa menangis, orang akan mengatakan bahwa Anda adalah seorang pengecut, Anda lemah, Anda bodoh,” ujarnya.

Serangan tersebut terjadi ketika sekelompok pria menyerang rumah Kigoma di Beni, sebuah kota di timur laut negara tersebut.

“Mereka membunuh ayah saya, tiga laki-laki memperkosa saya, dan mereka berkata; ‘Anda adalah seorang pria, bagaimana Anda akan mengatakan bahwa Anda diperkosa?’.

”Ini adalah senjata yang mereka gunakan untuk membuat Anda diam,” lanjut dia.

Bahkan setelah melarikan diri ke Uganda pada tahun 2011, Kigoma hanya mendapat bantuan ketika seorang fisioterapis yang merawatnya untuk masalah punggung menyadari tingkat cederanya.

Dia dibawa ke dokter yang merawat korban kekerasan seksual, di Rumah Sakit Mulago, rumah sakit rujukan terbesar di Uganda. Dia bilang, dia satu-satunya pria di bangsal yang dirawat karena tindak kekerasan seksual.

“Saya merasa diremehkan, saya berada di tanah yang bukan milik saya, harus menjelaskan kepada dokter bagaimana hal itu terjadi. Itulah ketakutan saya,” katanya.

Kigoma hanyalah satu dari enam orang yang menerima konseling melalui The Refugee Law Project, sebuah badan amal hak asasi manusia yang memberikan bantuan hukum untuk pengungsi di Kampala, Ibu Kota Uganda.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top