Tidak Ingin Terdampak Perang Gaza, Raja Yordania Tolak Pengungsi Palestina

Selasa, 17 Oktober 2023 - 18:10 WIB
loading...
Tidak Ingin Terdampak...
Perang Gaza menimbulkan dampak luas, seperti timbulnya pengungsi. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Raja Abdullah II dari Yordania memperingatkan bahwa perpindahan warga Palestina ke Yordania dan Mesir adalah sebuah “garis merah,” dan mengatakan tidak akan ada pengungsi di Yordania dan tidak ada pengungsi di Mesir.

Berbicara bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz pada konferensi pers di Berlin, Raja Abdullah II memperingatkan terhadap segala bentuk migrasi paksa.

“Itu adalah garis merah, karena menurut saya itu adalah rencana tersangka tertentu untuk mencoba menciptakan masalah de facto di lapangan. Tidak ada pengungsi di Yordania, tidak ada pengungsi di Mesir. Ini adalah situasi berdimensi kemanusiaan yang harus ditangani di Gaza dan Tepi Barat dan tidak mencoba dan memaksakan tantangan Palestina di masa depan ke pundak orang lain,” kata Raja Abdullah II, dilansir CNN.

Baca Juga: Hamas: Israel Gagal dalam Operasi Militer di Gaza

Dia menyatakan keprihatinan mendalam atas banyaknya korban jiwa di pihak Palestina dan Israel, dan atas situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza, yang dia gambarkan sebagai hal yang “tidak dapat diterima,” baik dari segi hukum dan masalah kemanusiaan.

“Tahun ini adalah tahun paling berdarah bagi warga Palestina dan Israel dalam beberapa tahun terakhir, dan akan menjadi lebih buruk kecuali kita menghentikan perang ini dan bencana kemanusiaan yang diakibatkannya,” kata Raja Abdullah II.

Raja Abdullah menegaskan kembali bahwa upaya pemindahan paksa warga Palestina dan menyebabkan mereka mengungsi tidak dapat diterima dan akan membawa wilayah tersebut ke dalam bencana lain serta siklus baru kekerasan dan kehancuran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved