Langka, Israel Akui Bombardir Damaskus
Selasa, 04 Agustus 2020 - 19:49 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
TEL AVIV - Pesawat Israel menyerang sasaran militer Suriah pada hari Senin. Tentara Israel (IDF) mengkonfirmasi serangan terhadap Ibu Kota Suriah, Damaskus, dalam sebuah pernyataan yang jarang dilakukan.
"Serangan hari Senin itu menargetkan pos-pos pengamatan dan sistem pengumpulan intelijen, fasilitas artileri anti-pesawat terbang dan sistem komando dan kontrol di pangkalan-pangkalan militer Suriah di Qunaitra," kata IDF.
"IDF menganggap pemerintah Suriah bertanggung jawab atas semua kegiatan di tanah Suriah, dan akan terus beroperasi dengan tekad terhadap setiap pelanggaran kedaulatan Israel," tambah pernyataan itu seperti dikutip dari BBC, Selasa (4/8/2020).
IDF mengatakan serangan itu adalah pembalasan atas upaya pemboman.
IDF mengatakan sebelumnya pihaknya telah menewaskan empat pria menanam bahan peledak di dekat sektor Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada Minggu malam.
Rekaman pengawasan menunjukkan kelompok itu tewas akibat ledakan tersebut.
Juru bicara militer Israel (IDF), Kolonel Jonathan Conricus mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah orang-orang itu berasal dari organisasi tertentu, tetapi Israel menuntut "rezim Suriah bertanggung jawab".
"Serangan hari Senin itu menargetkan pos-pos pengamatan dan sistem pengumpulan intelijen, fasilitas artileri anti-pesawat terbang dan sistem komando dan kontrol di pangkalan-pangkalan militer Suriah di Qunaitra," kata IDF.
"IDF menganggap pemerintah Suriah bertanggung jawab atas semua kegiatan di tanah Suriah, dan akan terus beroperasi dengan tekad terhadap setiap pelanggaran kedaulatan Israel," tambah pernyataan itu seperti dikutip dari BBC, Selasa (4/8/2020).
IDF mengatakan serangan itu adalah pembalasan atas upaya pemboman.
IDF mengatakan sebelumnya pihaknya telah menewaskan empat pria menanam bahan peledak di dekat sektor Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada Minggu malam.
Rekaman pengawasan menunjukkan kelompok itu tewas akibat ledakan tersebut.
Juru bicara militer Israel (IDF), Kolonel Jonathan Conricus mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah orang-orang itu berasal dari organisasi tertentu, tetapi Israel menuntut "rezim Suriah bertanggung jawab".
Lihat Juga :