Washington Bantah Sentimen Anti-Yahudi di AS Meningkat dan Picu Risiko Keamanan yang Serius

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 09:53 WIB
loading...
Washington Bantah Sentimen...
Perang Israel-Hamas memicu sentimen anti-Yahudi di AS meningkat sehingga memicu risiko keamanan. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sangat serius memberikan bantuan kepada Israel. Itu memicu kekhawatiran jika perang Hamas tersebut akan memicu gangguan keamanan yang serius di negeri tersebut.

"Tidak ada informasi intelijen spesifik atau kredibel yang menunjukkan adanya ancaman terhadap AS sebagai akibat dari konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas," kata para pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dilansir CNN.

Meski begitu, para pejabat menekankan bahwa mereka sangat menyadari betapa fluktuatif dan tidak dapat diprediksinya lingkungan ancaman tersebut.

“Saat ini, kami sangat waspada terhadap potensi kekerasan di Amerika Serikat yang berasal dari berbagai aktor ancaman,” kata seorang pejabat Keamanan Dalam Negeri kepada wartawan pada hari Kamis, mengutip potensi kekerasan yang didorong oleh kelompok anti-Semit, Islamofobia, atau anti-Yahudi dan sentimen Arab.

Baca Juga: Panglima Militer Israel: Sekarang Adalah Waktunya Berperang

Selain mempersiapkan lembaga-lembaga negara bagian dan lokal untuk menghadapi potensi dampak domestik, pejabat tersebut juga menyinggung kekhawatiran mengenai situasi di Israel yang berkembang menjadi konflik yang lebih luas di berbagai bidang.

“Semua orang sudah paham dengan berbagai cara yang bisa menyebabkan konflik meluas: Anda tahu, front utara yang melibatkan Hizbullah Lebanon, dan aktor-aktor lain di wilayah tersebut ikut terlibat,” kata pejabat itu. Selain itu, AS juga mempunyai implikasi potensial terhadap keamanan dalam negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved