5 Tantangan Mengerikan bagi Tentara Israel Jika Berani Masuk Gaza

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 00:00 WIB
loading...
5 Tantangan Mengerikan...
Israel bombardir bangunan di Gaza, Palestina. Tentara Israel menghadapi 5 tantangan mengerikan jika masuk Gaza untuk perang darat dengan Hamas. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Militer Israel telah memanggil ratusan ribu tentara cadangan untuk perang darat melawan Hamas dengan memasuki Jalur Gaza, Palestina.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bersumpah untuk membasmi Hamas setelah kelompok perlawanan Palestina itu meluncurkan serangan spektakuler, yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa, terhadap Israel pada Sabtu lalu. Lebih dari 1.200 warga Israel.

IDF menyatakan siap melakukan serangan darat terhadap Hamas di Jalur Gaza, namun para pemimpin politik negara itu belum mengambil keputusan.

Baca Juga: Selamatkan 130 Sandera dari Hamas, Israel Siapkan Pasukan Elite Sayeret Matkal

“Kami sedang menunggu untuk melihat apa yang diputuskan oleh kepemimpinan politik kami mengenai potensi serangan darat,” kata juru bicara IDF Richard Hecht, seperti dikutip AFP, Kamis (12/10/2023).

Jika Israel menyerbu Jalur Gaza dengan pasukan infanteri mekanis dan dukungan udara dari helikopter serang, maka bentuk peperangan perkotaan yang sengit akan terjadi di jalan-jalan sempit dan jalur-jalur di wilayah tepi laut, di mana jumlah penduduknya mencapai 5.500 orang per kilometer persegi.

5 Tantangan Mengerikan bagi Tentara Israel Jika Masuk Gaza

1. Kesulitan Navigasi

Bangunan-bangunan di Jalur Gaza berdiri padat karena kurangnya ruang untuk menampung populasi yang begitu besar. Jalanan sempit.

Akan lebih sulit lagi bagi kendaraan pengangkut personel lapis baja (IFV), kendaraan tempur infanteri (IFV) dan tank untuk bernavigasi di Jalur Gaza karena puing-puing di jalan dari gedung-gedung yang dibom.

2. Perangkap dan Sniper

Perangkap di ruang kecil menimbulkan risiko besar bagi pasukan Israel, yang harus memasuki, memverifikasi, menetralisir, dan membersihkan bangunan kelompok Hamas satu per satu.

Serangan siper juga bisa datang dari segala arah di labirin gedung-gedung tinggi di Jalur Gaza yang memiliki jendela kecil dan gelap.

3. Rudal Anti-tank dan RPG

Perang di Suriah dan Ukraina telah menunjukkan bahwa pasukan infanteri mekanis yang lebih besar dapat terkena dampak buruk jika tim kecil musuh menggunakan peluru kendali anti-tank dan granat berpeluncur roket (RPG). Risiko ini pula yang akan dihadapi tentara Israel jika masuk ke Gaza.

4. Momok dari MANPADS

Memasukkan pasukan dengan helikopter akan berisiko karena Hamas mungkin memiliki sistem pertahanan udara portabel (MANPADS).

Bahkan RPG yang tidak terarah pun bisa berbahaya jika helikopter pengangkut pasukan Israel terbang terlalu rendah.

Sebagai contoh, dua helikopter Amerika Serikat ditembak jatuh dalam Pertempuran Mogadishu pada tahun 1993 ketika terbang rendah dan cepat di atas kota padat penduduk Somalia, sebuah insiden yang kemudian dikenal sebagai "Black Hawk Down".

5. Berisiko Timbulkan Kerusakan Tambahan dan Korban Sipil

Membatasi kerusakan tambahan dan korban sipil akan menjadi tantangan besar jika pasukan Israel memasuki Jalur Gaza untuk melakukan serangan habis-habisan.

Kekhawatiran meningkat terhadap 2,4 juta penduduk Gaza yang kini mengalami perang kelima dalam 15 tahun di wilayah yang telah lama diblokade, yang juga menyebabkan Israel memutus pasokan air, makanan, dan listrik.

Menteri Energi Israel Israel Katz bersumpah bahwa pengepungan total terhadap Gaza akan terus berlanjut sampai hampir 150 sandera Israel dibebaskan.

“Bantuan kemanusiaan ke Gaza? Tidak ada listrik yang dinyalakan, tidak ada keran air yang dibuka dan tidak ada truk bahan bakar yang masuk sampai orang-orang Israel yang diculik dipulangkan,” katanya dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
Tentara Israel Menangis...
Tentara Israel Menangis usai Tinggalkan Koridor Netzarim di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved