'Bat Woman' China: Klaim Covid-19 dari Lab Wuhan Tak Masuk Akal
Selasa, 04 Agustus 2020 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
"Itu membahayakan dan memengaruhi pekerjaan akademis dan kehidupan pribadi kami. Dia berutang permintaan maaf pada kami," imbuh Shi.
Selama 15 tahun, laboratorium tempat Shi bekerja telah mengisolasi tiga virus corona kelelawar yang berhubungan dengan apa yang menginfeksi manusia, agen virus corona yang menyebabkan pandemi SARS pada tahun 2003.
Dia mengklaim 2.000 virus corona kelelawar lainnya adalah sekuens genetik yang diambil dari swab dan feses dari kelelawar, dan salah satunya adalah 96,2 persen identik dengan SARS-CoV-2.
Menanggapi klaim bahwa salah satu staf laboratorium atau pun muridnya telah memicu pandemi, dia mengatakan mereka semua dites negatif baru-baru ini.
Shi mengecam keputusan oleh Institut Kesehatan Nasional AS karena membatalkan hibah kepada EcoHealth Alliance di New York yang mencakup penelitian virus kelelawar di laboratoriumnya.
"Kami tidak memahaminya dan merasa itu benar-benar tidak masuk akal," imbuh dia. (Baca juga: Ahli Virus China Melarikan diri ke AS, Klaim Beijing Menutup-nutupi Corona )
Dia tetap memperjelas bahwa virus corona berasal dari kelelawar. "Menurut temuan tim kami dan rekan internasional kami, SARS-CoV-2 sangat mungkin berasal dari kelelawar," katanya.
Selama 15 tahun, laboratorium tempat Shi bekerja telah mengisolasi tiga virus corona kelelawar yang berhubungan dengan apa yang menginfeksi manusia, agen virus corona yang menyebabkan pandemi SARS pada tahun 2003.
Dia mengklaim 2.000 virus corona kelelawar lainnya adalah sekuens genetik yang diambil dari swab dan feses dari kelelawar, dan salah satunya adalah 96,2 persen identik dengan SARS-CoV-2.
Menanggapi klaim bahwa salah satu staf laboratorium atau pun muridnya telah memicu pandemi, dia mengatakan mereka semua dites negatif baru-baru ini.
Shi mengecam keputusan oleh Institut Kesehatan Nasional AS karena membatalkan hibah kepada EcoHealth Alliance di New York yang mencakup penelitian virus kelelawar di laboratoriumnya.
"Kami tidak memahaminya dan merasa itu benar-benar tidak masuk akal," imbuh dia. (Baca juga: Ahli Virus China Melarikan diri ke AS, Klaim Beijing Menutup-nutupi Corona )
Dia tetap memperjelas bahwa virus corona berasal dari kelelawar. "Menurut temuan tim kami dan rekan internasional kami, SARS-CoV-2 sangat mungkin berasal dari kelelawar," katanya.
Lihat Juga :