Ukraina dalam Bahaya, Barat Kehabisan Amunisi

Rabu, 04 Oktober 2023 - 00:05 WIB
loading...
A A A
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa sejak dimulainya invasi pada Februari 2022, Inggris telah memberikan lebih dari 300.000 butir amunisi artileri dan berkomitmen untuk memberikan "puluhan ribu lagi" pada akhir tahun.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa dalam jangka waktu yang sama, Amerika telah memberi Ukraina lebih dari dua juta peluru artileri 155 mm standar NATO.

Ketergantungan Kiev pada amunisi AS menyebabkan kekhawatiran nyata di antara sekutu NATO tentang kemungkinan Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden tahun depan.

Mereka khawatir dukungan militer AS terhadap Ukraina akan berkurang jika Trump mencari penyelesaian politik dengan Moskow.

Kesulitannya adalah meskipun ada upaya untuk meningkatkan produksi, Ukraina menggunakan amunisi tersebut lebih cepat daripada kemampuan negara-negara Barat untuk menggantikannya.

Negara-negara NATO dan Uni Eropa telah menyetujui berbagai rencana untuk berbagi keahlian, menyetujui kontrak bersama dengan produsen pertahanan, dan mensubsidi produksi sebanyak yang mereka bisa.

Namun tampaknya mereka masih kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut.

Para analis mengatakan sebaliknya, Rusia tampaknya jauh lebih mampu meningkatkan perekonomiannya pada masa perang untuk mengisi kembali persediaannya.

Baca Juga: Mirip Era Stalin, Rusia Kerahkan Pasukan Storm-Z ke Medan Perang Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved