Inggris Sangkal Ingin Kerahkan Tentara ke Ukraina usai Diancam Rusia
Senin, 02 Oktober 2023 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Medvedev, yang juga mantan Presiden Rusia, menyebut Menteri Pertahanan Inggris sebagai “orang bodoh” atas pernyataannya, dan memperingatkan bahwa penempatan instruktur militer Inggris ke Ukraina dapat memicu Perang Dunia III.
“(Ini akan) mengubah instruktur mereka menjadi target sah angkatan bersenjata kami,” tulis Medvedev di Telegram, seperti dikutip Reuters.
“Pahami dengan baik bahwa mereka akan dihancurkan dengan kejam. Dan bukan sebagai tentara bayaran, tapi sebagai spesialis NATO Inggris," lanjut Medvedev.
Anggota Kongres AS dari Partai Republik Marjorie Taylor Greene juga menyuarakan kekhawatirannya atas rencana Inggris mengirim pasukan ke Ukraina.
“Mereka akan memulai Perang Dunia III dan bahwa AS tidak dapat berpartisipasi dalam penempatan pasukan tersebut," tulis Greene di media sosial X. "Tidak ada pasukan Amerika di Ukraina," lanjut dia.
Sejak dimulainya perang Rusia di Ukraina pada Februari 2022, Moskow telah berulang kali berargumen bahwa penyediaan senjata, pembagian intelijen, dan pelatihan pasukan Kyiv berarti bahwa negara-negara Barat secara de facto telah menjadi pihak dalam konflik tersebut.
“(Ini akan) mengubah instruktur mereka menjadi target sah angkatan bersenjata kami,” tulis Medvedev di Telegram, seperti dikutip Reuters.
“Pahami dengan baik bahwa mereka akan dihancurkan dengan kejam. Dan bukan sebagai tentara bayaran, tapi sebagai spesialis NATO Inggris," lanjut Medvedev.
Anggota Kongres AS dari Partai Republik Marjorie Taylor Greene juga menyuarakan kekhawatirannya atas rencana Inggris mengirim pasukan ke Ukraina.
“Mereka akan memulai Perang Dunia III dan bahwa AS tidak dapat berpartisipasi dalam penempatan pasukan tersebut," tulis Greene di media sosial X. "Tidak ada pasukan Amerika di Ukraina," lanjut dia.
Sejak dimulainya perang Rusia di Ukraina pada Februari 2022, Moskow telah berulang kali berargumen bahwa penyediaan senjata, pembagian intelijen, dan pelatihan pasukan Kyiv berarti bahwa negara-negara Barat secara de facto telah menjadi pihak dalam konflik tersebut.
(mas)
Lihat Juga :