Pompeo: China Gunakan TikTok untuk Mata-matai Warga AS

Senin, 03 Agustus 2020 - 17:06 WIB
loading...
Pompeo: China Gunakan...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengklaim TikTok sedang digunakan oleh Partai Komunis China untuk memata-matai orang Amerika. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo meningkatkan serangan terhadap TikTok dan perusahaan perangkat lunak China lainnya. Dia mengklaim TikTok sedang digunakan oleh Partai Komunis China untuk memata-matai orang Amerika.

"Perusahaan-perusahaan perangkat lunak China ini melakukan bisnis di AS, apakah itu TikTok atau WeChat, dan ada banyak lagi, yang memberi data langsung ke Partai Komunis China, aparat keamanan nasional mereka," kata Pompeo, seperti dilansir Sputnik pada Senin (3/8/2020).

( Baca juga: Pompeo: Trump Menindak TikTok Cs Beberapa Hari Lagi )

"Bisa jadi itu adalah pola pengenalan wajah mereka, bisa juga informasi tentang tempat tinggal mereka, nomor telepon mereka, teman-teman mereka, dengan siapa mereka terhubung. Itulah masalah-masalah yang dijelaskan oleh Presiden (Donald) Trump yang akan kami tangani," sambungnya.

Dia mengatakan bahwa ini adalah masalah keamanan nasional AS yang sebenarnya. TikTok dan perusahaan China lainnya, jelas Pompeo, adalah masalah privasi sejati bagi rakyat Amerika.

"Untuk waktu yang lama AS hanya memikirkan bahwa jika kita bersenang-senang dengannya atau perusahaan dapat menghasilkan uang darinya, kita akan mengizinkan itu terjadi. Trump telah mengatakan 'cukup' dan kami akan memperbaikinya," ujarnya.

( Baca juga: Beli TikTok, ByteDance dan Microsoft Minta Tunggu sampai 15 September 2020 )

Pompeo menambahkan bahwa pemerintahan Trump akan mengambil tindakan dalam beberapa hari mendatang sehubungan dengan beragam risiko keamanan nasional yang ditimbulkan TikTok atau perusahaan perangkat lunak China lainnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved