5 Wanita Penjaga Penjara Israel Diduga Berhubungan Seks dengan Seorang Tahanan Palestina

Minggu, 01 Oktober 2023 - 00:01 WIB
loading...
5 Wanita Penjaga Penjara...
Sejumlah wanita di unit tempur Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membantu salah satu rekan mereka selama latihan. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Militer Israel tidak akan lagi mengizinkan perempuan bekerja sebagai penjaga penjara di fasilitas dengan keamanan tinggi, menurut para pejabat tinggi.

Para pejabat pun memerintahkan “segera” diakhirinya praktik tersebut setelah beberapa tentara perempuan dituduh melakukan hubungan seksual dengan seorang narapidana Palestina.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat (29/9/2023), menanggapi laporan sebelumnya yang menyatakan lima tentara Israel melakukan kontak yang tidak pantas dengan seorang tahanan yang dihukum karena perannya dalam serangan teroris mematikan di Israel tengah.

“Laporan yang mengejutkan ini… adalah bukti lebih lanjut mengenai perlunya dan mendesaknya pemindahan tentara perempuan kita dari semua tahanan keamanan,” ujar menteri tersebut.

Dia menambahkan, “Pada pertengahan tahun 2024, tidak akan ada satu pun tentara perempuan yang tersisa di tahanan keamanan tersebut.”

Menurut situs berita Ynet, yang pertama kali melaporkan kasus ini, badan intelijen Israel mengetahui seorang penjaga IDF yang tidak disebutkan namanya memiliki “hubungan intim dengan seorang tahanan keamanan selama setahun terakhir.”

Baca juga: Rusia Isi Ulang Stok Amunisi Lebih Cepat dari Perkiraan, Ukraina dan Barat Panik

Wanita penjaga itu pun diyakini terus melakukan kontak dengan tahanan tersebut melalui telepon terlarang yang disimpan di selnya.

Outlet tersebut mencatat ada pertukaran “fisik dan intim” setidaknya pada satu kesempatan, dan menambahkan keduanya bahkan berbagi foto menggunakan telepon selundupan.

Penjaga tersebut diinterogasi oleh militer, dan kemudian terungkap empat penjaga lainnya memiliki hubungan serupa dengan narapidana yang sama, menurut Ynet.

Wanita penjaga itu dilaporkan ditahan dalam tahanan rumah karena “penipuan dan pelanggaran kepercayaan,” di antara tuduhan lainnya.

Adapun empat wanita anggota militer lainnya belum menjalani pemeriksaan.

Namun, pengacara dari wanita penjaga pertama menolak tuduhan tersebut, dan bersikeras klien mereka adalah “korban dari tahanan keamanan tersebut” dan hubungan mereka “dipaksa oleh ancaman.”

“Pada suatu saat ketika klien saya memintanya untuk menghentikan tindakannya dan melepaskannya, dia mengancam akan menyakiti dia dan keluarganya serta menghancurkan hidupnya,” ujar pengacara Yair Ohayon.

Sang pengacara menjelaskan, “Dia jelas-jelas adalah korbannya, dan sekarang setelah masalah ini diketahui public, dia telah mengalami ketidakadilan ganda.”

Kepala keamanan nasional sebelumnya menyerukan reformasi besar-besaran pada sistem penjara dengan keamanan tinggi di Israel, dan mendesak untuk mengganti wajib militer IDF dengan penjaga profesional yang lebih terspesialisasi.

Seruan serupa juga muncul tahun lalu menyusul laporan seorang tahanan lain telah memperkosa seorang perempuan penjaga IDF.

Para pejabat Israel berharap untuk memberikan “penekanan yang lebih besar pada pencegahan pelecehan seksual” di pusat-pusat penahanan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Wakil Gubernur Makkah...
Wakil Gubernur Makkah Pimpin Pencucian Ka'bah, Begini Urutan Prosesinya
Rekomendasi
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved