5 Ketangguhan Marichka, Drone Kapal Selam Milik Ukraina Seharga Rp6,7 Triliun yang Ditakuti Rusia

Rabu, 27 September 2023 - 20:02 WIB
loading...
5 Ketangguhan Marichka,...
Drone kapal selam akan menjadi andalan Ukraina dalam perang melawan Rusia. Foto/Ukraine Ammo/Insider
A A A
KIEV - Ukraina memamerkan drone bawah air atau drone kapal selama akan menimbulkan bencana bagi Armada Laut Hitam Rusia.

Drone bernama Marichka masih berupa purwarupa, tetapi direncanakan akan diproduksi massal. Drone akan menjadi kekuatan baru bagi Ukraina di tengah berbagai kemunduran di tengah gempuran tentara Ukraina.

Berikut adalah 5 keunggulan drone kapal selam milik Ukraina.

1. Mampu Melakukan Misi Tempur hingga Pengintaian

Kendaraan bawah air tak berawak (UUV) berwarna hitam, bernama Marichka.

"Drone tersebut dapat melakukan misi penyerangan, transportasi, atau pengintaian," ungkap kelompok sukarelawan Ammo Ukraina yang mengembangkan drone tersebut.

2. Memiliki Daya Jelajah hingga 1.000 Km


Panjangnya 6 meter dan memiliki jangkauan sekitar 1.000 kilometer . Jarak tersebut cukup lama untuk perjalanan satu arah dari wilayah di bawah kendali Ukraina ke hampir semua lokasi di Laut Hitam.

3. Mampu Membawa Hulu Ledak hingga 200 Kg


Kapasitas muatan dan rincian teknis lainnya dari drone tersebut belum diketahui, meskipun kantor berita Ukraina Censor.NET melaporkan bahwa drone tersebut memiliki berat hulu ledak sekitar 200 kilogram.

Video yang dirilis pada hari Selasa itu tampak menunjukkan seorang sukarelawan duduk di atas Marichka saat diturunkan ke laut untuk diuji.

4. Harganya Mencapai USD433.000 atau setara Rp6,7 Triliun


Ammo Ukraina telah mempromosikan dan mencari investasi untuSebuah video baru menunjukkan drone bawah air milik Ukraina seharga USD433.000 yang dapat menimbulkan bencana bagi Armada Laut Hitam Rusia.

5. Akan Diproduksi Massal

Ammo Ukraina telah mempromosikan dan mencari investasi untuk drone tersebut sejak sekitar Agustus 2023. Tidak jelas kapan tepatnya drone tersebut dapat diterapkan.

Drone tersebut dapat memberi Ukraina dimensi baru dalam serangannya terhadap Armada Laut Hitam Rusia, yang berbasis di Semenanjung Krimea yang diduduki.

Sejauh ini serangan sebagian besar dilakukan oleh drone angkatan laut dan rudal jelajah.

"Dalam beberapa minggu terakhir, militer Ukraina telah meningkatkan serangannya terhadap Armada Laut Hitam, menyebabkan kerusakan lebih besar dari sebelumnya," demikian Kementerian Pertahanan Inggris dalam laporan intelijen harian pada Selasa.

Pekan lalu, Ukraina juga melakukan serangan rudal terhadap markas armada darat di kota Sevastopol.

Kepala intelijen Ukraina Kyrylo Budanov mengatakan bulan lalu bahwa serangan drone angkatan laut telah berfungsi untuk "melumpuhkan" Angkatan Laut Rusia sejak Agustus 2023. Tidak jelas kapan tepatnya drone tersebut dapat diterapkan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved