Ukraina Merusak Pasaran Global Sistem Rudal S-400 Rusia dengan Tunjukkan Kelemahannya
Senin, 25 September 2023 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Budanov, dalam wawancaranya dengan The Drive, serangan semacam itu menggambarkan bahwa Kyiv belum menyerah dalam merebut kembali semenanjung Crimea.
Budanov mengatakan rentetan serangan tersebut juga menunjukkan bahwa Rusia tidak dapat mempertahankan wilayahnya, sebuah pelajaran yang dapat dipetik lebih dari sekadar Kremlin.
“Anda tidak mungkin melewatkan bahwa sejak pertengahan Agustus, telah terjadi intensifikasi terkait Crimea, dan hal ini secara tidak langsung mungkin memberi Anda petunjuk mengenai ambisi Ukraina,” kata Budanov, yang berbicara dari sebuah kamar hotel di Washington selama kunjungan Presiden Volodymyr Zelensky pekan lalu.
Serangan-serangan tersebut, lanjut Budanov, menunjukkan bahwa sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 Triumf yang dibanggakan tidak dapat melindungi wilayah pendudukan Rusia di semenanjung Crimea, sehingga berpotensi merusak promosi Kremlin.
Pada bulan Agustus, Kementerian Pertahanan Ukraina mengeklaim bahwa mereka menghancurkan sistem S-400 di dekat Olenivka, sebuah desa di sepanjang Laut Hitam di Crimea, yang menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan rudal jarak jauh Storm Shadow yang disediakan oleh Inggris.
Mereka kemudian melakukan hal yang sama lagi, pada bulan berikutnya, dengan melakukan serangan terhadap kota Yevpatoriya di Crimea.
Budanov mengatakan Ukraina mempunyai tujuan militer jangka pendek yang dicapai dengan menyibukkan—dan menghancurkan—kemampuan pertahanan udara Rusia. "Namun, dari sudut pandang politik, kami juga menunjukkan ketidakmampuan sistem pertahanan udara Rusia, yang membuatnya kurang menguntungkan di pasar senjata dunia," ujarnya.
Budanov mengatakan rentetan serangan tersebut juga menunjukkan bahwa Rusia tidak dapat mempertahankan wilayahnya, sebuah pelajaran yang dapat dipetik lebih dari sekadar Kremlin.
“Anda tidak mungkin melewatkan bahwa sejak pertengahan Agustus, telah terjadi intensifikasi terkait Crimea, dan hal ini secara tidak langsung mungkin memberi Anda petunjuk mengenai ambisi Ukraina,” kata Budanov, yang berbicara dari sebuah kamar hotel di Washington selama kunjungan Presiden Volodymyr Zelensky pekan lalu.
Serangan-serangan tersebut, lanjut Budanov, menunjukkan bahwa sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 Triumf yang dibanggakan tidak dapat melindungi wilayah pendudukan Rusia di semenanjung Crimea, sehingga berpotensi merusak promosi Kremlin.
Pada bulan Agustus, Kementerian Pertahanan Ukraina mengeklaim bahwa mereka menghancurkan sistem S-400 di dekat Olenivka, sebuah desa di sepanjang Laut Hitam di Crimea, yang menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan rudal jarak jauh Storm Shadow yang disediakan oleh Inggris.
Mereka kemudian melakukan hal yang sama lagi, pada bulan berikutnya, dengan melakukan serangan terhadap kota Yevpatoriya di Crimea.
Budanov mengatakan Ukraina mempunyai tujuan militer jangka pendek yang dicapai dengan menyibukkan—dan menghancurkan—kemampuan pertahanan udara Rusia. "Namun, dari sudut pandang politik, kami juga menunjukkan ketidakmampuan sistem pertahanan udara Rusia, yang membuatnya kurang menguntungkan di pasar senjata dunia," ujarnya.
Lihat Juga :