Mampukah Peralatan Militer Era Soviet Iran Saingi Senjata Modern AS?

Senin, 03 Agustus 2020 - 03:58 WIB
loading...
Mampukah Peralatan Militer...
Tank tua T-72 milik Iran. FOTO/RBTH
A A A
TEHERAN - Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, senjata lapis baja buatan Uni Soviet nyaris baku hantam dengan senjata modern AS. Namun, akankah mesin-mesin tua era Soviet ini mampu mengimbangi senjata AS di medan perang?

Soviet, dahulu menjual sistem pertahanan udara yang akan menahan segala kemungkinan ancaman udara pada masa itu kepada Iran. Sekitar 500 unit tank T-72 untuk angkatan bersenjata Iran juga termasuk dalam kesepakatan tersebut.

Selain itu, seperti dilansir RBTH, negara-negara lain, seperti AS dan sejumlah negara Eropa, juga menjual senjata mereka ke Teheran, ketika Barat masih berhubungan baik dengan Iran.

(Baca: Khamenei Tolak Berunding dengan AS Terkait Program Nuklir dan Rudal )

Namun, masa itu sudah lama sekali berlalu. Kini, sistem-sistem pertahanan itu tak berpeluang untuk melindungi Iran dari persenjataan modern, serta rudal, jet tempur, dan bomber terbaru yang canggih.

Iran saat ini masih menggunakan dua peralatan militer warisan Soviet, yang pertama adalah tank T-72. Pada masanya, tank ini pernah dianggap sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan. Di Rusia, tank-tank ini telah melewati sejumlah modernisasi supaya kemampuannya setara dengan tank masa kini dan mampu menembus perisai serta lapis baja modern.

Namun, sejak PBB menjatuhkan sanksi atas penjualan senjata terhadap Iran pada akhir 2000-an, tak ada satu pun tank negara itu yang dimodernisasi. Hal ini menjadikan tank tersebut sudah usang dan ketinggalan zaman, sekalipun masih berpotensi memberikan ancaman dengan meriam 125 mm-nya yang besar.

Tank ini juga memiliki dua senapan mesin yang kuat, seperti senapan mesin PKT 7,62 mm untuk mengeliminasi infanteri musuh, serta senapan mesin DShK 12,7 mm berkaliber tinggi, yang digunakan untuk melawan kendaraan lapis baja ringan dan target terbang rendah.

Akan tetapi, pelat lapis baja tank ini tak akan mampu menahan proyektil penembus perisai modern. Selain itu, tank T-72 yang tidak dimodernisasi juga kekurangan daya tembak dan amunisi yang diperlukan untuk menembus pelindung modern tank-tank masa kini.

(Baca: Iran Ragu Serangan Rudal Penyebab Ledakan Situs Nuklir Natanz )

Peralatan militer era-Soviet kedua yang masih digunakan Iran adalah sistem pertahan udara S-200. Sistem ini dirancang pada pertengahan '60-an untuk mempertahankan kompleks pemerintahan, industri, dan militer paling penting dari segala jenis serangan udara.

Sistem ini melindungi pusat-pusat yang strategis dari serangan jet tempur dan pengebom, termasuk pusat-pusat komando dan kontrol udara (ACCS), pesawat-pesawat peringatan dini (AWACS), dan kendaraan-kendaraan udara berawak dan nirawak lainnya.

Setiap sistem S-200 dapat beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk angin kencang, hujan, dan bahkan badai pasir yang ekstrem di kawasan Iran. Ini berarti, rudal pada setiap peluncur memiliki jangkauan maksimum hingga 150 km dan dipersenjatai dengan 217 kg hulu ledak yang sangat eksplosif.

Secara matematis, S-200 Iran masih berpeluang mempertahankan negara itu dengan menembak jatuh ancaman udara potensial, tetapi tidak sepenuhnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Timnas Iran Mendarat...
Timnas Iran Mendarat di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Optimistis Lolos Fase Grup
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Istana Kepresidenan...
Istana Kepresidenan Slovenia Kibarkan Bendera Palestina, Singgung Genosida Gaza
Rekomendasi
Indonesia Lolos Dramatis...
Indonesia Lolos Dramatis ke Semifinal Piala AFF U-19 usai Tekuk Vietnam
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved