Pakar: NATO Bantu Ukraina Serang Markas Armada Laut Hitam Rusia di Sevastopol
Sabtu, 23 September 2023 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Gubernur Mikhail Razvozhaev, markas armada tersebut menjadi sasaran serangan rudal oleh Angkatan Bersenjata Ukraina. Asap tebal terlihat muncul dari pusat kota.
“Musuh melancarkan serangan rudal ke markas armada. Satu pecahan jatuh di dekat Teater Lunacharsky… Semua layanan operasional menuju ke lokasi kejadian. Informasi tentang korban sedang diklarifikasi. Harap tetap tenang. Dan jangan memposting foto dan video," ungkap Razvozhaev di Telegram. Dia memperingatkan kemungkinan serangan baru terhadap markas Armada Laut Hitam.
Berita itu muncul setelah Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengumumkan pertahanan udara semenanjung Crimea menghancurkan satu peluru kendali Ukraina dan dua drone jenis pesawat di lepas pantai barat Crimea.
Dua drone juga ditembak jatuh pada malam tanggal 22 September, menurut Kementerian Pertahanan.
Razvozhaev pertama kali memperingatkan serangan lain mungkin terjadi, tetapi kemudian menulis, "Ancaman rudal dan udara telah berakhir."
Meskipun demikian, dia mengimbau warga tidak melakukan perjalanan ke pusat kota yang jalanannya diblokir dan aktivitas investigasi terus dilakukan.
Menurut Dandykin, kurator militer Barat di Kiev dan kuasanya mempertimbangkan banyak faktor ketika merencanakan serangan ini.
“Mereka merencanakan cara menerobos pertahanan udara kita dan mengalihkan perhatian mereka; semuanya diperhitungkan, berapa banyak rudal yang ada di instalasi kami, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memuat ulang, dan seterusnya,” jelas pakar militer Rusia tersebut.
“Musuh melancarkan serangan rudal ke markas armada. Satu pecahan jatuh di dekat Teater Lunacharsky… Semua layanan operasional menuju ke lokasi kejadian. Informasi tentang korban sedang diklarifikasi. Harap tetap tenang. Dan jangan memposting foto dan video," ungkap Razvozhaev di Telegram. Dia memperingatkan kemungkinan serangan baru terhadap markas Armada Laut Hitam.
Berita itu muncul setelah Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengumumkan pertahanan udara semenanjung Crimea menghancurkan satu peluru kendali Ukraina dan dua drone jenis pesawat di lepas pantai barat Crimea.
Dua drone juga ditembak jatuh pada malam tanggal 22 September, menurut Kementerian Pertahanan.
Razvozhaev pertama kali memperingatkan serangan lain mungkin terjadi, tetapi kemudian menulis, "Ancaman rudal dan udara telah berakhir."
Meskipun demikian, dia mengimbau warga tidak melakukan perjalanan ke pusat kota yang jalanannya diblokir dan aktivitas investigasi terus dilakukan.
Menurut Dandykin, kurator militer Barat di Kiev dan kuasanya mempertimbangkan banyak faktor ketika merencanakan serangan ini.
“Mereka merencanakan cara menerobos pertahanan udara kita dan mengalihkan perhatian mereka; semuanya diperhitungkan, berapa banyak rudal yang ada di instalasi kami, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memuat ulang, dan seterusnya,” jelas pakar militer Rusia tersebut.
Lihat Juga :