40.000 Keluarga Mengungsi setelah Nagorno-Karabakh Menyerah

Jum'at, 22 September 2023 - 02:02 WIB
loading...
A A A
Rusia mengatakan pasukan penjaga perdamaiannya telah mengevakuasi 5.000 orang dari daerah berbahaya sejak serangan dimulai, kantor berita Interfax melaporkan.

Wilayah yang memisahkan diri di Kaukasus Selatan ini diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan dan pemerintah di Baku telah menegaskan niatnya untuk mengambil kendali penuh atas wilayah tersebut.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, memuji perjanjian gencatan senjata sebagai kemenangan besar, dan menyatakan bahwa negaranya telah memulihkan kedaulatannya atas wilayah tersebut untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Namun warga etnis Armenia khawatir bahwa penguasaan Azerbaijan akan menyebabkan pembersihan etnis dan warga Armenia Karabakh terpaksa mengungsi.

Penasihat pihak berwenang Karabakh, Davit Babayan, mengatakan kepada Reuters bahwa rakyatnya tidak bisa dibiarkan mati dan jaminan keamanan diperlukan sebelum pasukan lokal menyerahkan senjata mereka.

Presiden Aliyev mengatakan negaranya tidak menentang rakyat, hanya “junta kriminal” mereka.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan membahas Nagorno-Karabakh pada Kamis malam.

Dilemahkan oleh blokade selama berbulan-bulan dan tanpa dukungan internasional yang signifikan, pasukan Karabakh melihat Azerbaijan memperoleh keuntungan teritorial dengan cepat setelah melancarkan operasi militernya pada hari Selasa.

Pihak berwenang Karabakh telah melaporkan jumlah korban beberapa ratus orang tewas dan terluka. BBC belum bisa memverifikasi angka-angka ini, dan pengamat independen juga belum bisa memverifikasinya
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved