Zelensky Caci Maki Rusia di PBB: Teroris Tak Berhak Miliki Senjata Nuklir!
Rabu, 20 September 2023 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
“Sejarah menunjukkan bahwa Rusia-lah yang paling pantas menerima perlucutan senjata nuklir pada tahun 1990-an, dan Rusia layak mendapatkannya sekarang,” katanya, merujuk pada penghapusan senjata nuklir dari wilayah Ukraina setelah runtuhnya Uni Soviet.
“Teroris tidak punya hak untuk memiliki senjata nuklir," katanya lagi.
Zelensky lebih lanjut menceritakan dugaan kekejaman Rusia dalam konflik tersebut, termasuk deportasi paksa terhadap ribuan anak-anak Ukraina. Dia menyoroti intervensi militer Moskow di masa lalu di Moldova dan Georgia, serta dukungan Rusia terhadap diktator Suriah Bashar al-Assad selama perang saudara di negara Arab tersebut.
Dia memperingatkan bahwa agresi Rusia tidak akan berhenti.
“Ini adalah kesempatan nyata bagi setiap negara untuk memastikan bahwa agresi terhadap negara Anda, jika itu terjadi, amit-amit, akan berakhir,” kata Zelensky. "Bukan karena tanah Anda akan dibagi dan Anda akan dipaksa untuk tunduk pada tekanan militer atau politik, tapi karena wilayah dan kedaulatan Anda akan dipulihkan sepenuhnya.”
Mengecam keputusan Moskow untuk keluar dari Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, sebuah kesepakatan yang memungkinkan pengiriman produk pertanian Ukraina keluar dari Laut Hitam dan mencapai pasar pangan global, Zelensky mengatakan bahwa tindakan Rusia sama dengan menggunakan pangan sebagai “senjata".
Zelensky juga mengkritik Rusia karena menggunakan energi sebagai "senjata” dan upayanya untuk mengubah pembangkit listrik negara lain menjadi bom yang sangat kotor, merujuk pada serangan Rusia terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina.
“Teroris tidak punya hak untuk memiliki senjata nuklir," katanya lagi.
Zelensky lebih lanjut menceritakan dugaan kekejaman Rusia dalam konflik tersebut, termasuk deportasi paksa terhadap ribuan anak-anak Ukraina. Dia menyoroti intervensi militer Moskow di masa lalu di Moldova dan Georgia, serta dukungan Rusia terhadap diktator Suriah Bashar al-Assad selama perang saudara di negara Arab tersebut.
Dia memperingatkan bahwa agresi Rusia tidak akan berhenti.
“Ini adalah kesempatan nyata bagi setiap negara untuk memastikan bahwa agresi terhadap negara Anda, jika itu terjadi, amit-amit, akan berakhir,” kata Zelensky. "Bukan karena tanah Anda akan dibagi dan Anda akan dipaksa untuk tunduk pada tekanan militer atau politik, tapi karena wilayah dan kedaulatan Anda akan dipulihkan sepenuhnya.”
Mengecam keputusan Moskow untuk keluar dari Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, sebuah kesepakatan yang memungkinkan pengiriman produk pertanian Ukraina keluar dari Laut Hitam dan mencapai pasar pangan global, Zelensky mengatakan bahwa tindakan Rusia sama dengan menggunakan pangan sebagai “senjata".
Zelensky juga mengkritik Rusia karena menggunakan energi sebagai "senjata” dan upayanya untuk mengubah pembangkit listrik negara lain menjadi bom yang sangat kotor, merujuk pada serangan Rusia terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :