China Respons Keras Sindiran Xi Jinping Diktator oleh Menlu Jerman

Selasa, 19 September 2023 - 08:47 WIB
loading...
China Respons Keras...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Mao Ning. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China “melakukan penyelidikan serius” ke Berlin atas komentar yang dibuat Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Annalena Baerbock.

Penjelasan itu diungkap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China pada Senin (18/9/2023), setelahMenlu JermanBaerbock menyebut Presiden China Xi Jinping sebagai “diktator” pekan lalu.

“China sangat tidak puas dengan pernyataan ini,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Mao Ning, dalam konferensi pers rutin.

Mao yakin komentar “tidak masuk akal” tersebut “melanggar martabat politik China” dan sama saja dengan “provokasi politik terbuka.”

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman dalam wawancara dengan Fox News yang dirilis Kamis lalu.

Ketika ditanya tentang pendapatnya mengenai konflik yang sedang berlangsung antara Kiev dan Moskow, Baerbock menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak boleh dibiarkan menang karena hal itu akan memberanikan “diktator lain di dunia” seperti “Xi, presiden China.”

Pada bulan Juli, Jerman mengadopsi strategi pertamanya terhadap China, yang melibatkan pengurangan ketergantungan ekonomi pada mitra dagang terbesarnya, yang oleh Berlin disebut sebagai “saingan”.

Baca juga: Rumah Zelensky yang Disita di Crimea Bisa Jadi Museum Anti-Nazi

Dokumen setebal 40 halaman itu juga mengatakan “pengurangan risiko” dalam hubungan dengan China sangat diperlukan.

Perdagangan bilateral antara China dan Jerman mencapai rekor 300 miliar euro (USD337 miliar) tahun lalu.

Surat kabar bulan Juli tersebut menggambarkan Beijing sebagai “mitra, pesaing, dan saingan sistemik.”

Baerbock sendiri telah mengambil sikap yang agak keras terhadap China. Pada Agustus, dia mengatakan Beijing memberikan tantangan terhadap “dasar-dasar bagaimana kita hidup bersama di dunia ini.”

Pada bulan April, dia juga menggambarkan beberapa bagian dari perjalanannya ke China sebagai sesuatu yang “lebih dari sekadar mengejutkan,” namun tidak memberikan rincian apa pun.

Menlu Jerman juga menegaskan Berlin tidak boleh naif dan harus menghindari kesalahan berulang yang telah dilakukannya dalam hubungannya dengan Rusia.

Di tengah konflik antara Rusia dan Ukraina, Jerman dikritik karena kebijakan “perubahan melalui perdagangan” terhadap Moskow, yang sebagian besar terkait dengan mantan kanselir Angela Merkel.

Berdasarkan kebijakan ini, Rusia dimaksudkan untuk menjadi lebih dekat dengan Barat melalui hubungan ekonomi.

Merkel sendiri membantah ini adalah tujuannya, dan menambahkan dia hanya berusaha membangun hubungan dengan “negara yang mempunyai senjata nuklir terkuat kedua di dunia.”

Baerbock bukan satu-satunya yang menyebut Xi sebagai “diktator.” Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan hal tersebut pada bulan Juni, hanya sehari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyelesaikan kunjungannya ke China yang bertujuan meredakan ketegangan antara kedua negara.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut...
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut Jatah Kuota Tiket untuk Suporter Iran di Piala Dunia
Rekomendasi
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
Jokowi Bertemu Xi Jinping,...
Jokowi Bertemu Xi Jinping, Bahas Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved