WHO Berharap Negara Buat Kebijakan Jangka Panjang Hadapi Covid-19

Minggu, 02 Agustus 2020 - 10:30 WIB
loading...
WHO Berharap Negara...
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, pandemi Covid-19 masih merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC). Foto/REUTERS
A A A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, pandemi Covid-19 masih merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC). WHO kemudian mengatakan, respon jangka panjang diperlukan mengingat durasi pandemi yang diperkirakan panjang itu.

Keputusan soal status pandemi dibuat selama pertemuan Komite Darurat WHO tentang COVID-19, yang dipimpin Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang diadakan di bawah Peraturan Kesehatan Internasional (IHR).

"Komite dengan suara bulat setuju bahwa wabah masih merupakan PHEIC, dan mencatat pentingnya upaya berkelanjutan komunitas, nasional, regional, dan respon global," kata WHO dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (2/8/2020).

Tedros mengatakan, pandemi adalah krisis kesehatan sekali dalam seabad, yang dampaknya akan terasa selama beberapa dekade mendatang. ( Baca juga: Positif Terpapar COVID-19, Dua Warga Solo Meninggal )

Banyak negara yang percaya bahwa mereka telah melewati yang terburuk, sekarang bergulat dengan wabah baru. Beberapa yang kurang terpengaruh dalam minggu-minggu awal, kini melihat meningkatnya jumlah kasus dan kematian. Dan, beberapa yang memiliki wabah besar telah mengendalikan mereka," ucapnya.

Sementara itu, Komite Darurat menyarankan WHO untuk terus memobilisasi organisasi dan mitra multilateral global, dan regional untuk kesiapsiagaan dan tanggapan Covid-19, untuk mendukung negara-negara anggota dalam mempertahankan layanan kesehatan, sementara mempercepat penelitian dan akses akhirnya ke diagnostik, terapi, dan vaksin.

Komite menyarankan negara-negara untuk mendukung upaya penelitian ini, termasuk melalui pendanaan, dan untuk bergabung dalam upaya untuk memungkinkan alokasi yang adil dari diagnostik, terapi dan vaksin dengan terlibat dalam Akselerator Akses ke Covid-19 Tools (ACT) di antara inisiatif lainnya. ( Baca juga: Hadapi Covid-19, Home Credit Beri Keringanan Pembiayaan dan CSR )

Komite juga menyarankan negara-negara untuk memperkuat pengawasan kesehatan masyarakat untuk identifikasi kasus dan pelacakan kontak, termasuk dalam pengaturan sumber daya rendah, rentan, atau berisiko tinggi dan untuk mempertahankan layanan kesehatan penting dengan pendanaan, pasokan, dan sumber daya manusia yang memadai.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved