Mantan Presiden Afghanistan: ISIS Adalah Produk AS

Jum'at, 05 Mei 2017 - 03:44 WIB
Mantan Presiden Afghanistan:...
Mantan Presiden Afghanistan: ISIS Adalah Produk AS
A A A
KABUL - Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai percaya bahwa Amerika Serikat (AS) merupakan sekutu kelompok Islamic State (ISIS) atau Daesh. Komentar ini mengabaikan langkah AS yang baru-baru ini menempatkan pasukannya ke Afghanistan untuk memberantas kelompok teroris, termasuk ISIS.

”Daesh adalah produk AS,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Fox News di Kabul.”Daesh—yang jelas-jelas asing—muncul pada tahun 2015 selama kehadiran AS,” katanya lagi.

Karzai, yang merupakan Presiden Afghanistan dari Desember 2004 sampai September 2014, mengatakan bahwa dia secara rutin menerima laporan tentang helikopter tanpa tanda yang menjatuhkan pasokan ke faksi teror di perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Kejanggalan itu, kata dia, harus dijelaskan oleh AS.

Dia juga mengecam tindakan AS yang menjatuhkan bom non-nuklir terbesar Massive Ordnance Air Blast (MOAB) di Afghanistan beberapa waktu lalu. Megabom yang dikenal sebagai “Ibu dari Semua Bom” itu diyakini Karzai sebagai operasi gabungan AS dan ISIS.

”Daesh sudah mengosongkan sebagian besar keluarga dan milisi mereka, sehingga ini dikoordinasikan, kelompok ini (ISIS) hanya alat AS. Ini tidak bisa menjadi alat lain,” ujarnya. ”Pertama, Daesh datang untuk mengusir orang-orang dan kemudian AS datang dan menjatuhkan bom besar itu. Ayolah,” katanya mengajak untuk berpikir tentang kejanggalan itu.

”Mereka (Amerika) menganggap ini bukan tanah orang untuk pengujian dan pelecehan, tapi mereka salah tentang itu,” ujarnya. ”Kami memiliki populasi yang sangat patriotik di sini yang tidak akan membiarkan ini terjadi.”

Dia menyindir julukan MOAB, “Mother of All Bombs” itu seharusnya diganti. ”Ibu adalah sosok yang baik, dia tidak cocok dengan bom,” keluh Karzai.

”Ini seharusnya menjadi ‘Bom Terburuk dari Semua Bom’. Korbannya adalah kedaulatan Afghanistan, tanah kami dan, yang paling menyakitkan, martabat kami. Bagaimana mereka bisa mengatakan bahwa mereka adalah sekutu kami dan kemudian membom kami?,” ujarnya yang dikutip Jumat (5/5/2017).
(mas)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Hengkang dari Afghanistan,...
Hengkang dari Afghanistan, Biden kepada ISIS-K: Kami Belum Selesai dengan Anda
Pasukan Afghanistan...
Pasukan Afghanistan Gagalkan Rencana ISIS Habisi Kuasa Usaha AS
Taliban Tolak Kerja...
Taliban Tolak Kerja Sama dengan AS untuk Perangi ISIS
Buru Bos ISIS-K, AS...
Buru Bos ISIS-K, AS Tawarkan Hadiah Rp143,9 Miliar
AS: ISIS Dalang Pembantaian...
AS: ISIS Dalang Pembantaian RS Bersalin Kabul Termasuk 2 Bayi
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
1 jam yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
3 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
4 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
4 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
6 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved