Dahsyatnya Banjir Libya, Mayat-mayat Terdampar di Pantai
Rabu, 13 September 2023 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Foto-foto satelit kota tersebut sebelum dan sesudah bencana menunjukkan bahwa jalur air sempit yang melewati pusat kota kini menjadi lebar, dan semua bangunan yang berada di sepanjang jalur tersebut telah hilang. Di bagian lain kota, bangunan-bangunan juga tersapu.
Operasi penyelamatan diperumit oleh perpecahan politik yang mendalam di negara berpenduduk 7 juta orang yang tidak memiliki pemerintahan pusat yang kuat dan terus berperang sejak pemberontakan yang didukung NATO yang menggulingkan Muammar Gaddafi pada tahun 2011.
Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) yang diakui secara internasional berbasis di Tripoli, di barat, sementara pemerintahan paralel beroperasi di timur, termasuk Derna.
Perdana Menteri Libya yang berbasis di Tripoli, Abdulhamid al-Dbeibah, menyebut banjir tersebut sebagai bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketua Dewan Kepresidenan Libya Mohammed al-Menfi menyerukan persatuan nasional.
Pemerintah negara asing termasuk Mesir, Qatar dan Turki telah bergegas memberikan bantuan ke Libya. Kementerian Pertahanan Italia mengatakan pihaknya mengirim dua pesawat militer, membawa petugas pemadam kebakaran dan personel penyelamat darurat lainnya, serta sebuah kapal angkatan laut.
Uni Emirat Arab telah mengirimkan dua pesawat bantuan yang membawa 150 ton makanan mendesak, bantuan dan pasokan medis ke Libya timur, kantor berita UEA, WAM, melaporkan.
Baca Juga: Seperempat Kota Libya Hilang Disapu Banjir, 1.000 Jenazah Ditemukan
Operasi penyelamatan diperumit oleh perpecahan politik yang mendalam di negara berpenduduk 7 juta orang yang tidak memiliki pemerintahan pusat yang kuat dan terus berperang sejak pemberontakan yang didukung NATO yang menggulingkan Muammar Gaddafi pada tahun 2011.
Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) yang diakui secara internasional berbasis di Tripoli, di barat, sementara pemerintahan paralel beroperasi di timur, termasuk Derna.
Perdana Menteri Libya yang berbasis di Tripoli, Abdulhamid al-Dbeibah, menyebut banjir tersebut sebagai bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketua Dewan Kepresidenan Libya Mohammed al-Menfi menyerukan persatuan nasional.
Pemerintah negara asing termasuk Mesir, Qatar dan Turki telah bergegas memberikan bantuan ke Libya. Kementerian Pertahanan Italia mengatakan pihaknya mengirim dua pesawat militer, membawa petugas pemadam kebakaran dan personel penyelamat darurat lainnya, serta sebuah kapal angkatan laut.
Uni Emirat Arab telah mengirimkan dua pesawat bantuan yang membawa 150 ton makanan mendesak, bantuan dan pasokan medis ke Libya timur, kantor berita UEA, WAM, melaporkan.
Baca Juga: Seperempat Kota Libya Hilang Disapu Banjir, 1.000 Jenazah Ditemukan
(ian)
Lihat Juga :