Libya Direndam Banjir Akibat Badai, 2.000 Orang Dikhawatirkan Tewas
Selasa, 12 September 2023 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Abdel-Rahim Mazek, kepala pusat medis utama di kota timur Bayda, sejauh ini melaporkan sedikitnya 46 kematian.
Di kota pesisir timur laut Susa, ambulans dan layanan darurat mengkonfirmasi hilangnya tujuh nyawa.
Dan di kota Shahatt dan Omar al Mokhtar, Menteri Kesehatan Ossama Abduljaleel melaporkan tujuh kematian lagi.
Sementara itu, satu orang dilaporkan tewas di kota Marj pada hari Minggu seperti dikutip dari Sky News, Selasa (12/9/2023).
Libya masih terpecah secara politik antara wilayah timur dan barat. Kondisi ini diperparah dengan layanan publik yang telah memburuk sejak pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011, yang memicu konflik selama bertahun-tahun.
Pemerintahan yang diakui secara internasional di Tripoli tidak mempunyai kendali atas wilayah timur.
Banyak dari ribuan orang yang saat ini belum ditemukan diyakini tersapu air banjir.
Baca Juga: Hubungan dengan Israel Makin Mesra, Rakyat Libya Marah Besar
Di kota pesisir timur laut Susa, ambulans dan layanan darurat mengkonfirmasi hilangnya tujuh nyawa.
Dan di kota Shahatt dan Omar al Mokhtar, Menteri Kesehatan Ossama Abduljaleel melaporkan tujuh kematian lagi.
Sementara itu, satu orang dilaporkan tewas di kota Marj pada hari Minggu seperti dikutip dari Sky News, Selasa (12/9/2023).
Libya masih terpecah secara politik antara wilayah timur dan barat. Kondisi ini diperparah dengan layanan publik yang telah memburuk sejak pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011, yang memicu konflik selama bertahun-tahun.
Pemerintahan yang diakui secara internasional di Tripoli tidak mempunyai kendali atas wilayah timur.
Banyak dari ribuan orang yang saat ini belum ditemukan diyakini tersapu air banjir.
Baca Juga: Hubungan dengan Israel Makin Mesra, Rakyat Libya Marah Besar
Lihat Juga :