Keanehan Serangan 9/11 di AS: Markas CIA di WTC 7 Runtuh Padahal Tak Ditabrak Pesawat
Selasa, 12 September 2023 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Enter the Architects & Engineers for 9/11 Truth (AE911T), sebuah koalisi yang terdiri lebih dari 3.000 profesional, termasuk ilmuwan, insinyur, dan arsitek, telah mendedikasikan diri mereka untuk mengungkap fakta tersebut.
Pada tahun 2020, mereka mengajukan Request for Correction (Permintaan Koreksi) formal kepada NIST, didukung oleh analisis komprehensif selama 4 tahun yang dilakukan oleh tim di University of Alaska Fairbanks (UAF).
Studi UAF menantang kesimpulan NIST, yang menyatakan bahwa runtuhnya Gedung 7 adalah “keruntuhan setiap kolom di gedung yang hampir bersamaan”. Hal ini bertentangan dengan pernyataan NIST bahwa api melemahkan penyangga baja, menyebabkan baja tersebut rusak dan bangunan runtuh.
Ted Walter, juru bicara AE911T, berkata, “Kami telah mengajukan permintaan koreksi karena laporan NIST salah.”
Kelompok tersebut percaya bahwa memahami alasan pasti di balik runtuhnya bangunan tersebut sangat penting dari sudut pandang teknik.
Studi UAF mengidentifikasi kesalahan mendasar dalam cara para insinyur memperkirakan kekakuan rangka luar bangunan dan menantang gagasan bahwa panas dari api memicu pergerakan struktural yang penting.
Selain itu, AE911T, termasuk keluarga para korban, menegaskan bahwa penyelidikan harus didasarkan pada “sains dan rekayasa” dan tidak boleh mengabaikan kemungkinan pembongkaran terkendali sebagai penyebab yang masuk akal.
Perdebatan semakin intensif karena studi UAF berpendapat bahwa kerangka luar lebih fleksibel dibandingkan struktur dalam, sehingga klaim NIST mengenai perpindahan 6,25 inci tidak dapat dipertahankan.
Hingga saat ini, misteri seputar runtuhnya World Trade Center 7 masih belum terpecahkan, dan pertanyaan masih terus berlanjut.
Meskipun kontroversi masih berlanjut, pembangunan World Trade Center 7 baru dimulai pada tahun 2002 dan selesai pada tahun 2006.
Meskipun masih banyak yang belum terjawab, satu hal yang pasti: warisan runtuhnya Gedung 7 akan tetap menjadi babak yang penuh teka-teki dan kontroversial dalam sejarah hari tragis itu.
Pada tahun 2020, mereka mengajukan Request for Correction (Permintaan Koreksi) formal kepada NIST, didukung oleh analisis komprehensif selama 4 tahun yang dilakukan oleh tim di University of Alaska Fairbanks (UAF).
Studi UAF menantang kesimpulan NIST, yang menyatakan bahwa runtuhnya Gedung 7 adalah “keruntuhan setiap kolom di gedung yang hampir bersamaan”. Hal ini bertentangan dengan pernyataan NIST bahwa api melemahkan penyangga baja, menyebabkan baja tersebut rusak dan bangunan runtuh.
Ted Walter, juru bicara AE911T, berkata, “Kami telah mengajukan permintaan koreksi karena laporan NIST salah.”
Kelompok tersebut percaya bahwa memahami alasan pasti di balik runtuhnya bangunan tersebut sangat penting dari sudut pandang teknik.
Studi UAF mengidentifikasi kesalahan mendasar dalam cara para insinyur memperkirakan kekakuan rangka luar bangunan dan menantang gagasan bahwa panas dari api memicu pergerakan struktural yang penting.
Selain itu, AE911T, termasuk keluarga para korban, menegaskan bahwa penyelidikan harus didasarkan pada “sains dan rekayasa” dan tidak boleh mengabaikan kemungkinan pembongkaran terkendali sebagai penyebab yang masuk akal.
Perdebatan semakin intensif karena studi UAF berpendapat bahwa kerangka luar lebih fleksibel dibandingkan struktur dalam, sehingga klaim NIST mengenai perpindahan 6,25 inci tidak dapat dipertahankan.
Hingga saat ini, misteri seputar runtuhnya World Trade Center 7 masih belum terpecahkan, dan pertanyaan masih terus berlanjut.
Meskipun kontroversi masih berlanjut, pembangunan World Trade Center 7 baru dimulai pada tahun 2002 dan selesai pada tahun 2006.
Meskipun masih banyak yang belum terjawab, satu hal yang pasti: warisan runtuhnya Gedung 7 akan tetap menjadi babak yang penuh teka-teki dan kontroversial dalam sejarah hari tragis itu.
(mas)
Lihat Juga :