Mengapa AS Menggugat Google karena Pelanggaran Anti-monopoli? Berikut 5 Alasannya

Selasa, 12 September 2023 - 06:15 WIB
loading...
A A A
Google juga mengklaim pengguna seluler dapat beralih dengan mudah jika ingin menggunakan mesin pencari lain.

3. Perlu Bukti Merugikan Persaingan

Mengapa AS Menggugat Google karena Pelanggaran Anti-monopoli? Berikut 5 Alasannya

Foto/Reuters

Biasanya tidak ilegal jika sebuah bisnis membuat perjanjian dengan satu pelanggan tanpa melibatkan pelanggan lainnya. Kesepakatan eksklusif seperti itu memang merupakan hal yang lumrah, dan tidak mendapat banyak pengawasan regulasi ketika perusahaan yang tidak memiliki kekuatan pasar tidak dapat memberikan pengaruh yang berarti terhadap persaingan.

Namun kesepakatan eksklusif dapat melanggar undang-undang anti-monopoli jika sebuah perusahaan begitu besar atau berkuasa sehingga menghalangi pesaingnya untuk memasuki pasar, dan tidak dapat membuktikan bahwa pembatasan persaingan industri tidak sebanding dengan dampak positifnya terhadap konsumen.

Departemen Kehakiman mempunyai beban untuk menunjukkan bahwa kesepakatan bisnis Google merugikan persaingan dalam pencarian. Google akan mempunyai kesempatan tersendiri dalam persidangan non-juri, setelah pemerintah menyatakan kasusnya, untuk menyatakan bahwa kesepakatannya menguntungkan konsumen.

4. Persidangan Berlangsung Lama

Mengapa AS Menggugat Google karena Pelanggaran Anti-monopoli? Berikut 5 Alasannya

Foto/Reuters

AS dan negara-negara sekutunya tidak meminta sanksi moneter, melainkan perintah yang melarang Google melanjutkan dugaan praktik anti persaingan.

Perintah seperti itu dapat mempunyai implikasi bisnis yang signifikan bagi Google. Misalnya, pemerintah mengatakan dalam gugatannya bahwa pengadilan dapat membubarkan perusahaan tersebut sebagai solusinya.

Secara lebih luas, Departemen Kehakiman mungkin berpendapat bahwa mereka ingin menghentikan Google memanfaatkan dugaan monopoli pencariannya untuk membuat kesepakatan eksklusif di pasar negara berkembang, termasuk kecerdasan buatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Usai Menang Semifinal...
Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan
Rekomendasi
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
FIFA Hadiahkan Cincin...
FIFA Hadiahkan Cincin Juara di Final Piala Dunia 2026
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
Berita Terkini
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved