Butuh Bantuan Senjata, Ukraina Tingkatkan Tekanan pada Sekutunya

Minggu, 10 September 2023 - 10:48 WIB
loading...
Butuh Bantuan Senjata,...
Ukraina membutuhkan pasokan senjata untuk menghadapi Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Ukraina meningkatkan tekanan terhadap sekutu Baratnya, menyesalkan kurangnya kemajuan dalam pembentukan pengadilan internasional untuk mengadili para pemimpin dan pengalihan aset Rusia yang dibekukan.

“Sayangnya, kita berada dalam kebuntuan dalam kedua hal tersebut karena kita memiliki perpecahan dalam masalah pertama dan jelas tidak ada kemauan dalam masalah kedua,” kata Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba, mengacu pada pengadilan seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (10/9/2023).

Secara keseluruhan, pidato-pidato yang disampaikan oleh beberapa pejabat senior pemerintahan Ukraina memberikan gambaran sebuah negara yang sedang berperang dan dihadang oleh sekutunya yang gagal memahami skala dan urgensi krisis ini.

Kuleba mengatakan kelompok G7 lebih menyukai pengadilan campuran berdasarkan undang-undang Ukraina.

Namun hal ini, katanya, tidak akan memungkinkan pencabutan kekebalan Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Mikhail Mishustin atau Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov – sebuah pilihan yang tidak dapat diterima oleh Kiev.

Para pejabat Ukraina memperjuangkan pembentukan pengadilan internasional yang menyerupai pengadilan Nuremberg pasca Perang Dunia II.

Kuleba menambahkan, kemajuan juga belum cukup dalam hal pengalihan aset Rusia yang dibekukan ke Ukraina untuk digunakan dalam rekonstruksi negara tersebut.

"Setelah satu setengah tahun, saya masih mendengar kabar dari Eropa dan Amerika: kami sedang mengerjakannya,” kata Kuleba.

“Ada kurangnya kemauan untuk mengambil kesimpulan. Jadi kita harus mengubahnya,” imbuhnya.

Sejak invasi Moskow pada Februari 2022, sanksi Barat telah menyebabkan pembekuan sekitar 300 miliar euro cadangan devisa Bank Sentral Rusia di seluruh dunia.

Kuleba berpidato di sebuah konferensi di Kiev pada hari Jumat, namun komentarnya baru dirilis pada hari Sabtu.

Komentar terbaru ini muncul sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan lambatnya pengiriman senjata barat menghambat serangan balasan terhadap posisi Rusia di timur dan selatan negara itu.

Baca Juga: AS Akan Pasok Ukraina dengan Rudal ATACMS, Rusia dalam Bahaya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
Bawakan Lagu Goal, Lisa...
Bawakan Lagu 'Goal', Lisa BLACKPINK Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved